
Ketika mendengar nama Palembang, hampir semua orang langsung teringat pada satu hal: pempek. Tidak salah memang, karena pempek sudah menjadi ikon kuliner yang mendunia. Namun, jika kamu hanya berhenti di pempek, kamu sebenarnya baru menyentuh permukaan dari kekayaan rasa Palembang.
Di balik popularitas pempek, tersembunyi beragam kuliner khas yang mencerminkan identitas asli kota ini—sebuah kota sungai dengan sejarah panjang sejak masa Sriwijaya, yang kaya akan pengaruh budaya dan bahan pangan dari perairan.
Artikel ini akan mengajak kamu menyelami “rasa sebenarnya” Palembang—yang lebih dalam, lebih beragam, dan jauh dari sekadar satu menu populer.
Palembang: Kota Sungai, Kota Rasa
Palembang dikenal sebagai kota yang dibelah oleh Sungai Musi. Kondisi geografis ini membuat hasil perairan seperti ikan menjadi bahan utama dalam banyak hidangan lokal.
Tak heran jika kuliner Palembang:
- Didominasi olahan ikan
- Memiliki rasa gurih kuat
- Kaya rempah dan kuah
Bahkan, banyak makanan khasnya memiliki karakter berkuah atau berbasis kaldu, yang mencerminkan gaya hidup masyarakat pesisir.
Tekwan: Hangat, Ringan, dan Menggugah
Salah satu kuliner yang sering disebut sebagai “saudara pempek” adalah tekwan.
Tekwan terdiri dari bola-bola kecil berbahan ikan dan sagu, disajikan dalam kuah kaldu udang yang gurih. Biasanya dilengkapi dengan:
- Jamur kuping
- Bengkuang
- Soun
Rasanya ringan, tapi tetap kaya. Cocok disantap saat malam hari atau ketika ingin sesuatu yang hangat.
Tekwan menunjukkan bahwa kuliner Palembang tidak selalu berat—ada sisi sederhana yang justru menenangkan.
Pindang Patin: Asam, Pedas, dan Segar
Kalau kamu ingin memahami karakter rasa Palembang, pindang patin adalah jawabannya.
Hidangan ini menggunakan ikan patin dengan kuah berwarna kuning kemerahan, yang memiliki rasa:
- Asam segar dari belimbing sayur
- Pedas dari cabai
- Gurih dari rempah
Pindang bukan hanya makanan, tapi juga representasi rasa pesisir yang kuat dan berani.
Biasanya disantap dengan nasi hangat, membuatnya jadi comfort food bagi banyak orang lokal.
Mie Celor: Sarapan Khas yang Mengenyangkan
Berbeda dari mie pada umumnya, mie celor memiliki tekstur yang lebih tebal dan kenyal. Disajikan dengan kuah santan kental dan kaldu udang, makanan ini sering menjadi pilihan sarapan di Palembang.
Ciri khas mie celor:
- Kuah creamy dan gurih
- Tambahan telur, udang, dan tauge
- Porsi yang cukup mengenyangkan
Ini adalah bukti bahwa kuliner Palembang tidak hanya soal ikan, tapi juga soal teknik memasak yang kaya rasa.
Laksan dan Burgo: Variasi yang Jarang Dikenal
Masih berbasis adonan ikan dan sagu seperti pempek, laksan dan burgo menawarkan pengalaman yang berbeda.
- Laksan: disajikan dengan kuah santan, mirip lontong sayur versi Palembang
- Burgo: teksturnya lebih lembut, dengan kuah yang ringan
Keduanya sering menjadi menu sarapan tradisional dan jarang ditemukan di luar Palembang.
Tempoyak dan Olahan Durian yang Unik
Salah satu hal yang membuat kuliner Palembang unik adalah penggunaan durian—bukan sebagai dessert, tapi sebagai bahan utama masakan.
Tempoyak adalah durian yang difermentasi, biasanya dijadikan sambal untuk ikan. Rasanya:
- Asam
- Sedikit manis
- Sangat khas
Selain itu, ada juga lempok durian, olahan manis yang mirip dodol dan sering dijadikan oleh-oleh.
Kenapa Kuliner Palembang Lebih dari Sekadar Pempek?
Ada alasan kenapa Palembang memiliki kuliner yang sangat beragam:
- Pengaruh sejarah Sriwijaya
Kota ini sejak dulu menjadi pusat perdagangan. - Letak geografis
Sungai dan laut menyediakan bahan baku melimpah. - Perpaduan budaya
Melayu, Tionghoa, dan Nusantara berpadu dalam satu dapur.
Hasilnya adalah kuliner yang tidak hanya enak, tapi juga punya cerita.
Menginap Nyaman di Parkside Hotel Palembang
Untuk menikmati kuliner Palembang secara maksimal, lokasi menginap sangat berpengaruh. Salah satu pilihan yang bisa dipertimbangkan adalah Parkside Hotel Palembang.
Hotel ini menawarkan kenyamanan sekaligus akses strategis ke berbagai destinasi kuliner di kota.
Keunggulan menginap di sini:
- Berada di area strategis kota
- Dekat dengan pusat kuliner dan tempat wisata
- Kamar nyaman untuk istirahat setelah eksplorasi
- Cocok untuk perjalanan bisnis maupun liburan
Dengan lokasi yang memudahkan mobilitas, kamu bisa dengan mudah berburu kuliner dari pagi hingga malam tanpa harus menempuh perjalanan jauh.
Menjelajahi Rasa, Bukan Sekadar Makan
Wisata kuliner di Palembang bukan hanya soal “makan enak,” tapi juga tentang memahami budaya.
Ketika kamu mencoba:
- Tekwan di warung sederhana
- Pindang di rumah makan lokal
- Mie celor di pagi hari
Kamu sebenarnya sedang menyelami kehidupan masyarakat Palembang itu sendiri.
Kesimpulan
Pempek memang ikon, tapi bukan satu-satunya cerita.
Palembang adalah kota dengan rasa yang kompleks—dari kuah hangat tekwan hingga asam segar pindang, dari gurih santan mie celor hingga uniknya tempoyak.
Jika kamu ingin benar-benar mengenal Palembang, maka kamu harus melampaui pempek dan mulai menjelajahi kuliner lainnya.
Dan dengan menginap di Parkside Hotel Palembang, perjalanan kulinermu akan terasa lebih praktis, nyaman, dan lengkap.
FAQs (Pertanyaan yang Sering Ditanyakan)
1. Apa kuliner khas Palembang selain pempek yang wajib dicoba?
Beberapa yang wajib dicoba adalah tekwan, pindang patin, mie celor, laksan, dan tempoyak.
2. Apakah semua kuliner Palembang berbahan ikan?
Sebagian besar memang berbasis ikan, tetapi ada juga olahan lain seperti mie celor dan makanan berbahan durian.
3. Kapan waktu terbaik untuk wisata kuliner di Palembang?
Pagi hari untuk mencoba mie celor atau burgo, dan malam hari untuk menikmati tekwan atau pindang.
4. Apakah kuliner Palembang cocok untuk semua lidah?
Sebagian besar cocok, tetapi beberapa menu seperti tempoyak memiliki rasa yang cukup unik dan mungkin butuh penyesuaian.
5. Kenapa sebaiknya menginap di pusat kota Palembang?
Agar lebih mudah menjangkau berbagai tempat kuliner dan wisata tanpa perjalanan jauh.