
Jajanan tradisional Pekalongan dapat menjadi bagian menarik dari perjalanan wisata karena kuliner lokal tidak hanya menawarkan rasa, tetapi juga menyimpan cerita tentang kebiasaan dan budaya masyarakat. Kota Pekalongan dikenal sebagai salah satu kota di Jawa Tengah yang memiliki kekayaan kuliner, mulai dari nasi megono, tauto, lopis, hingga berbagai kudapan yang dapat ditemukan di pasar tradisional dan pusat kuliner.
Bagi wisatawan yang berkunjung ke Pekalongan, menjelajahi makanan lokal dapat menjadi aktivitas sederhana yang melengkapi wisata batik, museum, kawasan kota, dan destinasi keluarga. Bahkan, beberapa kuliner khas Pekalongan telah mendapatkan pengakuan sebagai bagian dari Warisan Budaya Takbenda Nasional.
Jika Anda sedang merencanakan perjalanan ke Pekalongan, berikut panduan kuliner yang dapat membantu menemukan makanan tradisional, memahami karakter rasanya, sekaligus memilih jajanan yang cocok untuk dicicipi atau dibawa pulang.
10 Jajanan Tradisional Pekalongan yang Bisa Dicoba
1. Lopis Krapyak
Lopis merupakan salah satu makanan yang sangat erat dengan tradisi masyarakat Pekalongan, khususnya kawasan Krapyak. Makanan ini dibuat dari beras ketan dan umumnya disajikan dengan parutan kelapa serta gula merah cair.
Teksturnya yang lengket menjadi salah satu karakter khasnya. Di balik makanan tersebut juga terdapat filosofi mengenai persatuan dan kebersamaan.
Lopis semakin menarik untuk wisatawan karena keberadaannya berkaitan dengan tradisi Syawalan di Krapyak. Pada momen tertentu, masyarakat menggelar tradisi Lopis Raksasa yang menjadi salah satu agenda budaya Kota Pekalongan.
Bagi wisatawan yang ingin mencari pengalaman kuliner sekaligus budaya, mengunjungi kawasan Krapyak saat periode Syawalan dapat menjadi pilihan.
2. Nasi Megono
Nasi megono merupakan salah satu makanan yang paling identik dengan kuliner Pekalongan. Hidangan ini menggunakan nangka muda yang dicincang dan dicampur dengan parutan kelapa serta bumbu.
Megono biasanya disajikan sebagai lauk pendamping nasi. Karakter rasanya gurih dengan aroma khas kelapa dan bumbu yang membuatnya berbeda dari sayuran pendamping nasi pada umumnya.
Hidangan ini juga mudah ditemukan dalam menu warung makan lokal. Karena itu, wisatawan tidak perlu menunggu acara khusus untuk mencicipinya.
Menariknya, nasi megono dan lopis telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Nasional pada 2025. Status tersebut semakin memperkuat posisi keduanya sebagai bagian dari identitas kuliner Pekalongan.
3. Tauto Pekalongan
Tauto merupakan kuliner berkuah yang menggunakan tauco sebagai salah satu elemen penting dalam bumbunya. Penggunaan tauco memberikan aroma dan cita rasa yang menjadi pembeda dibandingkan soto dari daerah lain.
Isinya dapat berupa daging, bihun, daun bawang, bawang goreng, dan pelengkap lainnya. Biasanya tauto disajikan dalam keadaan hangat sehingga cocok disantap sebagai menu sarapan atau makan siang.
Bagi wisatawan yang ingin mengenal kuliner Pekalongan lebih jauh, tauto sebaiknya masuk dalam daftar makanan yang dicoba karena karakter rasanya cukup khas dan mudah ditemukan di sejumlah tempat makan lokal.
4. Kluban
Kluban merupakan makanan berbahan sayuran yang disajikan dengan kelapa berbumbu. Sekilas, makanan ini dapat terlihat sederhana, tetapi justru kesederhanaannya menjadi salah satu karakter kuliner tradisional masyarakat Pekalongan.
Sayuran yang digunakan dapat terdiri dari berbagai jenis sayuran yang direbus kemudian dicampur dengan bumbu kelapa.
Kluban cocok bagi wisatawan yang ingin mencoba makanan tradisional dengan cita rasa gurih dan tidak terlalu berat. Hidangan ini juga dapat menjadi pilihan untuk sarapan atau pelengkap makanan utama.
5. Garang Asem Pekalongan
Garang asem merupakan salah satu kuliner berkuah yang dapat ditemukan di Pekalongan. Hidangan ini memiliki karakter rasa asam dan pedas dengan kuah yang cenderung bening.
Penggunaan tomat dan rempah membuat rasanya terasa segar. Garang asem biasanya disajikan panas dan dapat dipadukan dengan nasi serta lauk pendamping.
Wisatawan yang senang mencoba makanan berkuah dengan rasa kuat dapat memasukkan menu ini ke dalam agenda kuliner.
6. Kerupuk Usek
Kerupuk usek merupakan salah satu camilan yang cukup dikenal dalam kuliner Pekalongan dan wilayah Pantura. Bentuk serta teksturnya membuat makanan ringan ini mudah dijadikan teman makan atau camilan.
Kerupuk dapat menjadi pilihan bagi wisatawan yang ingin membeli makanan ringan dengan harga relatif terjangkau.
Namun, saat membeli jajanan di pasar atau pusat kuliner, wisatawan sebaiknya memperhatikan kebersihan, kondisi produk, serta memilih penjual yang terpercaya. Pemerintah Kota Pekalongan juga melakukan pengawasan terhadap keamanan pangan yang beredar di pasar dan lingkungan masyarakat.
7. Apem Kesesi
Apem merupakan salah satu jenis jajanan tradisional yang dapat ditemukan di wilayah Pekalongan dan sekitarnya. Salah satu yang dikenal adalah apem Kesesi.
Kudapan berbahan dasar tepung ini memiliki tekstur lembut dan cita rasa yang cenderung manis. Apem dapat menjadi pilihan untuk sarapan ringan atau camilan saat perjalanan.
Bagi wisatawan yang ingin mencari kuliner tradisional di luar makanan berat seperti nasi megono dan tauto, jajanan seperti apem dapat memberikan variasi.
8. Serabi Pekalongan
Serabi merupakan salah satu makanan tradisional yang cukup populer di berbagai wilayah Jawa, termasuk Pekalongan.
Tekstur lembut dan cita rasa khas membuatnya cocok disantap sebagai camilan pagi atau sore. Variasi penyajian dapat berbeda antara satu penjual dan penjual lainnya.
Saat berwisata, mencoba jajanan dari pasar tradisional dapat memberikan pengalaman yang berbeda karena wisatawan dapat melihat langsung bagaimana makanan lokal dijual dan dikonsumsi masyarakat.
9. Tempe Mendoan
Tempe mendoan juga dapat menjadi pilihan camilan ketika berada di Pekalongan. Makanan ini menggunakan tempe yang dibalut adonan tepung kemudian digoreng dengan tingkat kematangan yang membuat teksturnya tidak terlalu kering.
Mendoan cocok disantap bersama sambal atau cabai rawit. Makanan ini juga mudah ditemukan di berbagai warung sehingga dapat menjadi pilihan praktis ketika wisatawan membutuhkan camilan selama perjalanan.
10. Aneka Jajanan Pasar
Selain makanan yang sudah dikenal luas, wisatawan juga dapat menjelajahi aneka jajanan pasar yang tersedia di pasar tradisional Pekalongan.
Pilihan jajanan dapat berubah sesuai penjual, waktu, dan musim. Ada makanan berbahan ketan, tepung beras, kelapa, gula merah, maupun berbagai bahan lokal lainnya.
Keuntungan membeli jajanan pasar adalah wisatawan dapat mencoba beberapa jenis makanan dalam porsi kecil. Cara ini cocok bagi wisatawan yang ingin melakukan kulineran tanpa harus menghabiskan satu porsi makanan berat setiap kali berhenti makan.
Mengapa Kuliner Tradisional Penting dalam Wisata Pekalongan?
Kuliner merupakan bagian dari identitas sebuah daerah. Ketika wisatawan mencicipi makanan lokal, mereka sebenarnya juga sedang mengenal bahan pangan, kebiasaan memasak, sejarah, dan budaya masyarakat setempat.
Megono misalnya, tidak hanya berfungsi sebagai makanan sehari-hari. Hidangan tersebut telah menjadi bagian dari identitas kuliner Pekalongan dan mendapatkan pengakuan sebagai Warisan Budaya Takbenda Nasional.
Hal yang sama berlaku pada lopis. Makanan ini memiliki hubungan erat dengan tradisi Syawalan masyarakat Krapyak.
Karena itu, wisata kuliner dapat dikombinasikan dengan agenda wisata budaya. Wisatawan tidak hanya mencari makanan yang enak, tetapi juga memahami cerita di balik makanan tersebut.
Tempat Mencari Jajanan Lokal di Pekalongan
Wisatawan memiliki beberapa pilihan lokasi untuk mencari makanan tradisional.
Pasar Tradisional
Pasar tradisional dapat menjadi pilihan bagi wisatawan yang ingin melihat kehidupan lokal sekaligus mencari makanan dalam suasana yang lebih autentik.
Datang pada pagi hari juga dapat memberikan lebih banyak pilihan karena banyak makanan tradisional biasanya disiapkan untuk sarapan.
Kawasan Krapyak
Kawasan Krapyak memiliki hubungan kuat dengan tradisi lopis dan Syawalan. Jika berkunjung pada waktu yang tepat, wisatawan dapat menyaksikan aktivitas budaya yang berkaitan dengan makanan tersebut.
Pusat Kuliner Kota
Warung makan dan pusat kuliner dapat menjadi pilihan praktis bagi wisatawan yang ingin mencoba beberapa makanan khas dalam satu perjalanan.
Tauto, nasi megono, garang asem, dan berbagai lauk lokal dapat ditemukan melalui warung makan yang tersebar di kawasan kota.
Jajanan Tradisional Pekalongan untuk Oleh-Oleh
Tidak semua makanan tradisional cocok dibawa pulang dalam perjalanan jauh. Wisatawan perlu mempertimbangkan daya tahan, kemasan, serta kebutuhan penyimpanan.
Jajanan kering atau makanan ringan biasanya lebih praktis dibandingkan makanan berkuah atau makanan yang menggunakan bahan segar.
Sebelum membeli oleh-oleh, tanyakan kepada penjual mengenai masa simpan dan cara penyimpanannya. Jika perjalanan masih panjang, pilih produk yang dikemas dengan baik dan memiliki informasi yang jelas.
Untuk makanan yang mudah rusak, sebaiknya dikonsumsi selama berada di Pekalongan daripada dibawa dalam perjalanan jauh.
Rekomendasi Kuliner untuk Wisatawan yang Baru Pertama Kali ke Pekalongan
Jika baru pertama kali mengunjungi Pekalongan, tidak perlu langsung mencoba semua makanan.
Mulailah dengan tiga kategori.
Pertama, makanan utama: coba nasi megono atau tauto.
Kedua, jajanan tradisional: pilih lopis, apem, atau jajanan pasar lainnya.
Ketiga, camilan: cari kerupuk usek, tempe mendoan, atau makanan ringan lokal.
Dengan pembagian tersebut, wisatawan dapat mengenal karakter kuliner Pekalongan tanpa membuat itinerary terlalu padat.
Menginap di Parkside Mandarin Hotel Pekalongan
Bagi wisatawan yang ingin menjelajahi kuliner Pekalongan, Parkside Mandarin Hotel Pekalongan dapat menjadi salah satu pilihan akomodasi.
Hotel ini berada di Dupan Square Complex, Jalan Dr. Sutomo, Pekalongan. Lokasinya berada di kawasan yang juga dikenal sebagai area hiburan dan memiliki akses ke sejumlah kebutuhan perjalanan.
Parkside Mandarin Hotel Pekalongan memiliki 127 kamar dan suite. Hotel ini juga memiliki restoran yang menyajikan menu Indonesia dan internasional, sarapan harian, resepsionis 24 jam, layanan laundry, Wi-Fi, area parkir, serta keamanan dan CCTV selama 24 jam.
Lokasinya juga memberikan akses yang relatif praktis ke beberapa area penting Pekalongan. Berdasarkan informasi resmi hotel, Setono Batik Shopping Center berjarak sekitar dua menit berjalan kaki, terminal bus sekitar tiga menit berjalan kaki, Museum Batik sekitar sepuluh menit, sedangkan Stasiun Pekalongan sekitar 17 menit berkendara.
Bagi wisatawan yang ingin menggabungkan wisata kuliner dengan wisata batik, lokasi hotel dapat menjadi pertimbangan. Setelah menikmati kuliner lokal pada siang atau sore hari, wisatawan dapat kembali ke hotel untuk beristirahat sebelum melanjutkan perjalanan.
Hotel juga memiliki fasilitas seperti kolam renang, coffee shop, fitness center, waterpark, meeting room, ballroom, dan fasilitas lainnya. Dengan demikian, akomodasi dapat digunakan baik untuk perjalanan wisata keluarga maupun perjalanan bisnis yang disambung dengan agenda kuliner.
Contoh Itinerary Kuliner Pekalongan 2 Hari
Hari Pertama: Kuliner dan Batik
Pagi
- Sarapan dengan tauto
- Mengunjungi Museum Batik Pekalongan
Siang
- Makan nasi megono
- Berkunjung ke Setono Batik Shopping Center
Sore
- Mencoba jajanan pasar
- Beristirahat di hotel
Malam
- Mencari kuliner malam
- Mencoba camilan lokal
Hari Kedua: Kuliner dan Budaya
Pagi
- Menjelajahi pasar tradisional
- Mencari apem atau jajanan pasar
Siang
- Mencoba garang asem atau menu lokal lainnya
- Berkunjung ke kawasan Krapyak jika agenda budaya sedang berlangsung
Sore
- Membeli makanan ringan untuk oleh-oleh
- Kembali ke hotel sebelum melanjutkan perjalanan
Itinerary tersebut dapat disesuaikan dengan jadwal, lokasi penjual, serta agenda budaya yang sedang berlangsung.
Tips Berburu Kuliner Tradisional Pekalongan
Datang pada waktu yang tepat
Beberapa jajanan tradisional lebih mudah ditemukan pada pagi hari. Jangan menunggu hingga malam jika ingin mencari makanan yang biasanya dijual sebagai sarapan.
Jangan hanya mencari restoran modern
Warung sederhana dan pasar tradisional justru dapat menjadi tempat untuk menemukan makanan lokal yang tidak selalu tersedia di restoran besar.
Tanyakan rekomendasi kepada warga lokal
Warga setempat biasanya dapat memberikan informasi mengenai makanan yang sedang populer atau lokasi penjual yang sudah lama berjualan.
Perhatikan kebersihan
Pilih makanan dari penjual yang menjaga kebersihan bahan, alat, tempat penyajian, dan area berjualan.
Siapkan uang tunai
Sebagian pedagang tradisional mungkin belum menyediakan pembayaran digital. Membawa uang tunai secukupnya akan membuat transaksi lebih praktis.
FAQ Jajanan Tradisional Pekalongan
Apa jajanan tradisional yang wajib dicoba di Pekalongan?
Lopis, nasi megono, tauto, kluban, garang asem, apem, dan berbagai jajanan pasar dapat menjadi pilihan untuk mengenal kuliner lokal.
Apa makanan khas Pekalongan yang cocok untuk wisatawan?
Nasi megono dan tauto cocok untuk wisatawan yang ingin mencoba makanan utama. Untuk camilan, wisatawan dapat mencari lopis, apem, kerupuk usek, dan jajanan pasar lainnya.
Apa lopis Pekalongan?
Lopis merupakan makanan berbahan ketan yang biasanya disajikan dengan kelapa parut dan gula merah. Di Pekalongan, lopis memiliki hubungan erat dengan tradisi Syawalan di kawasan Krapyak.
Apakah nasi megono merupakan makanan khas Pekalongan?
Ya. Nasi megono merupakan salah satu makanan yang identik dengan Pekalongan. Hidangan ini menggunakan nangka muda yang dicincang dan dicampur dengan kelapa serta bumbu.
Apa tauto Pekalongan?
Tauto merupakan hidangan berkuah seperti soto yang menggunakan tauco sebagai salah satu komponen penting bumbunya. Cita rasa tauco memberikan karakter khas pada kuahnya.
Apa makanan Pekalongan yang bisa dijadikan oleh-oleh?
Untuk perjalanan jauh, pilih makanan yang memiliki daya tahan lebih baik dan dikemas dengan baik. Jajanan kering atau makanan ringan biasanya lebih praktis dibandingkan makanan yang mudah rusak.
Di mana wisatawan bisa mencari jajanan tradisional?
Wisatawan dapat mencarinya di pasar tradisional, warung makan lokal, pusat kuliner, dan kawasan yang berkaitan dengan tradisi kuliner seperti Krapyak.
Hotel apa yang cocok untuk wisata kuliner di Pekalongan?
Parkside Mandarin Hotel Pekalongan dapat menjadi salah satu pilihan akomodasi. Hotel berada di Dupan Square Complex dan memiliki akses ke sejumlah area penting kota serta fasilitas untuk wisatawan dan pelaku perjalanan bisnis.
Kesimpulan
Menjelajahi kuliner merupakan salah satu cara untuk mengenal Pekalongan secara lebih dekat. Selain menikmati rasa, wisatawan dapat menemukan cerita mengenai tradisi, bahan lokal, dan kebiasaan masyarakat yang diwariskan dari generasi ke generasi.
Mulailah dengan makanan yang paling dikenal seperti nasi megono dan tauto, kemudian lanjutkan dengan lopis, apem, kluban, kerupuk usek, serta aneka jajanan pasar. Jika perjalanan bertepatan dengan agenda budaya, kawasan Krapyak juga dapat menjadi pilihan untuk memahami hubungan antara makanan dan tradisi masyarakat.
Untuk mendukung perjalanan, Parkside Mandarin Hotel Pekalongan dapat dijadikan tempat menginap selama mengeksplorasi kota. Dengan kombinasi wisata kuliner, batik, budaya, dan akomodasi yang strategis, perjalanan ke Pekalongan dapat menjadi lebih lengkap tanpa harus membuat itinerary terlalu padat.