
Kuliner Banda Aceh menjadi salah satu alasan menarik untuk mengunjungi ibu kota Provinsi Aceh. Kota ini tidak hanya dikenal melalui wisata religi, sejarah, dan budaya, tetapi juga memiliki kekayaan cita rasa yang kuat. Berbagai hidangan khas menggunakan perpaduan rempah yang menciptakan aroma dan rasa berbeda dari masakan daerah lain di Indonesia.
Saat berkunjung ke Aceh, menikmati kuliner Banda Aceh dapat menjadi bagian penting dari perjalanan. Mulai dari makanan berkuah dengan bumbu rempah, hidangan nasi yang kaya rasa, camilan tradisional, hingga kopi khas Aceh, wisatawan memiliki banyak pilihan untuk dicoba.
Cita rasa makanan Aceh sering dikenal kaya akan rempah. Penggunaan cabai, kunyit, ketumbar, jintan, serai, dan berbagai bumbu lainnya memberikan karakter tersendiri pada setiap hidangan. Namun, tidak semua makanan memiliki rasa pedas. Banyak pilihan menu yang dapat disesuaikan dengan selera masing-masing.
Bagi wisatawan yang baru pertama kali datang, menentukan makanan yang harus dicoba mungkin terasa membingungkan. Karena itu, berikut rekomendasi makanan khas yang dapat masuk ke dalam daftar wisata kuliner Anda selama berada di Banda Aceh.
Mengapa Kuliner Banda Aceh Memiliki Cita Rasa yang Khas?
Masakan Aceh memiliki sejarah panjang yang berkaitan dengan perdagangan dan interaksi budaya. Posisi Aceh yang strategis dalam jalur perdagangan pada masa lalu turut memberikan pengaruh terhadap perkembangan budaya, termasuk makanan.
Penggunaan rempah menjadi salah satu karakter utama dalam masakan Aceh. Berbagai bumbu diolah menjadi kombinasi yang menghasilkan rasa gurih, pedas, aromatik, dan kaya.
Selain itu, bahan lokal juga menjadi bagian penting dalam berbagai hidangan. Ikan, daging, ayam, nasi, dan rempah digunakan dalam banyak variasi masakan.
Setiap hidangan memiliki karakter yang berbeda. Ada makanan yang cocok dinikmati saat sarapan, ada yang lebih populer sebagai menu makan siang, dan ada pula camilan yang sering menjadi teman minum kopi.
Wisata kuliner menjadi semakin menarik karena makanan dapat dinikmati di berbagai tempat, mulai dari rumah makan hingga warung sederhana.
1. Mie Aceh, Hidangan Ikonik dengan Bumbu Kaya Rempah
Mie Aceh merupakan salah satu makanan paling terkenal dari Aceh. Hidangan ini menggunakan mie dengan tekstur khas yang disajikan bersama bumbu rempah.
Mie dapat disajikan dalam beberapa pilihan, seperti mie goreng, mie tumis, dan mie kuah. Setiap pilihan menawarkan pengalaman makan yang berbeda.
Biasanya, hidangan ini dapat disajikan dengan tambahan daging sapi, ayam, atau makanan laut.
Cita rasa bumbunya menjadi daya tarik utama. Perpaduan rempah memberikan aroma yang kuat dan rasa yang kaya.
Bagi wisatawan yang belum terbiasa dengan makanan pedas, sebaiknya tanyakan tingkat kepedasan sebelum memesan.
Mie Aceh cocok dinikmati sebagai menu makan siang maupun makan malam.
2. Ayam Tangkap yang Gurih dan Aromatik
Ayam Tangkap merupakan hidangan khas Aceh yang memiliki tampilan unik.
Potongan ayam dimasak bersama daun-daunan dan rempah hingga menghasilkan aroma yang khas. Hidangan ini sering disajikan dengan daun kari, daun pandan, serta cabai hijau.
Ketika disajikan, ayam biasanya tertutup oleh tumpukan daun aromatik.
Namun, jangan hanya melihat tampilannya. Perpaduan ayam dan rempah memberikan pengalaman rasa yang berbeda.
Daun yang digunakan dalam proses memasak membantu menciptakan aroma khas.
Ayam Tangkap sangat cocok dinikmati bersama nasi hangat.
Bagi pencinta makanan dengan aroma rempah yang kuat, menu ini dapat menjadi salah satu pilihan utama.
3. Kuah Beulangong, Hidangan Tradisional yang Kaya Rasa
Kuah Beulangong merupakan salah satu masakan tradisional Aceh yang memiliki karakter rasa kuat.
Hidangan ini biasanya dibuat menggunakan bahan seperti daging atau ikan dengan perpaduan rempah dan bahan lainnya.
Nama Beulangong merujuk pada wadah atau kuali besar yang digunakan dalam proses memasak.
Masakan ini memiliki nilai budaya karena sering hadir dalam kegiatan tertentu dan acara masyarakat.
Rasa kuah yang kaya membuat makanan ini cocok dinikmati bersama nasi.
Bagi wisatawan yang ingin mencoba makanan tradisional dengan karakter autentik, Kuah Beulangong dapat menjadi pilihan menarik.
Namun, tidak semua rumah makan menyediakan menu ini setiap hari.
Karena itu, wisatawan dapat mencari informasi terlebih dahulu mengenai tempat yang menyajikannya.
4. Nasi Gurih Aceh untuk Memulai Hari
Nasi Gurih merupakan salah satu pilihan makanan yang dapat dinikmati pada pagi hari.
Nasi dimasak dengan bahan yang memberikan aroma dan rasa gurih. Hidangan ini biasanya disajikan bersama berbagai lauk pendamping.
Pilihan lauk dapat berbeda tergantung tempat makan.
Ada yang menyajikannya bersama telur, ikan, daging, sambal, atau lauk khas lainnya.
Nasi Gurih cocok bagi wisatawan yang ingin menikmati sarapan dengan cita rasa khas.
Jika biasanya Anda memulai hari dengan makanan ringan, nasi gurih dapat menjadi pengalaman baru.
Porsi dan pendampingnya juga dapat berbeda antara satu tempat dengan tempat lainnya.
5. Sie Reuboh, Masakan Daging Khas Aceh
Sie Reuboh merupakan hidangan berbahan dasar daging yang memiliki karakter rasa khas.
Daging dimasak menggunakan bumbu dan proses tertentu sehingga menghasilkan cita rasa yang kaya.
Salah satu karakter masakan ini adalah perpaduan rasa gurih dengan unsur asam dari bahan yang digunakan dalam pengolahannya.
Hidangan daging seperti ini cocok bagi wisatawan yang ingin mencoba masakan tradisional Aceh selain makanan berbahan dasar ikan.
Sie Reuboh dapat dinikmati bersama nasi hangat.
Rasa dan cara penyajian dapat memiliki variasi tergantung resep rumah makan atau pengolahnya.
Karena itu, mencoba makanan di beberapa tempat dapat memberikan pengalaman yang berbeda.
6. Sate Matang, Pilihan Favorit Pecinta Sate
Sate Matang merupakan salah satu jenis sate yang dikenal berasal dari Aceh.
Hidangan ini menggunakan potongan daging yang dibakar dan disajikan dengan bumbu pendamping.
Salah satu daya tariknya adalah aroma dari proses pembakaran serta karakter bumbu yang digunakan.
Sate dapat menjadi pilihan praktis untuk wisatawan yang ingin menikmati makanan khas tanpa harus memilih hidangan berkuah.
Menu ini dapat dinikmati sebagai makanan utama maupun tambahan.
Bagi wisatawan yang menyukai sate, mencoba Sate Matang dapat menjadi pengalaman kuliner yang menarik selama berada di Aceh.
7. Eungkot Keumamah, Cita Rasa Laut yang Khas
Aceh memiliki hubungan kuat dengan wilayah pesisir dan laut. Hal tersebut juga terlihat dalam berbagai hidangan tradisional.
Eungkot Keumamah merupakan salah satu makanan khas yang menggunakan ikan sebagai bahan utama.
Ikan diolah dengan cara tertentu sebelum dimasak bersama rempah.
Hasilnya adalah makanan dengan cita rasa khas dan aroma rempah yang kuat.
Hidangan ini juga dikenal sebagai salah satu makanan tradisional yang memiliki nilai sejarah dan budaya.
Bagi wisatawan yang menyukai seafood atau ikan, Eungkot Keumamah dapat menjadi pilihan yang menarik.
Rasanya sangat cocok dinikmati bersama nasi hangat.
8. Martabak Aceh untuk Pecinta Camilan
Tidak semua makanan khas harus berupa menu berat.
Martabak Aceh dapat menjadi pilihan bagi wisatawan yang ingin menikmati camilan.
Terdapat berbagai variasi martabak yang dapat ditemukan di Aceh.
Hidangan ini cocok dinikmati pada sore atau malam hari.
Suasana malam di Banda Aceh dapat menjadi waktu yang tepat untuk menjelajahi pilihan makanan ringan.
Cobalah berjalan ke kawasan kuliner dan melihat berbagai pilihan yang tersedia.
Selain menikmati makanan, wisatawan juga dapat merasakan suasana kota pada malam hari.
9. Kue Timphan, Jajanan Tradisional Aceh
Kue Timphan merupakan salah satu jajanan tradisional yang dikenal di Aceh.
Kue ini memiliki tekstur lembut dan menggunakan bahan-bahan khas.
Bagian dalamnya dapat memiliki isian yang memberikan rasa manis.
Kue Timphan menjadi pilihan bagi wisatawan yang ingin mencoba makanan tradisional.
Selain dinikmati langsung, jajanan khas juga dapat menjadi inspirasi untuk mencari oleh-oleh.
Namun, sebelum membeli dalam jumlah banyak, perhatikan daya tahan makanan dan cara penyimpanannya.
Beberapa makanan tradisional lebih baik dinikmati dalam kondisi segar.
10. Kopi Aceh sebagai Penutup Wisata Kuliner
Perjalanan kuliner belum lengkap tanpa menikmati kopi.
Aceh dikenal sebagai salah satu wilayah penting dalam budaya kopi Indonesia.
Di Banda Aceh, wisatawan dapat menemukan banyak kedai kopi dengan suasana yang berbeda.
Ada kedai tradisional dengan suasana santai, hingga tempat yang lebih modern.
Menikmati kopi bukan hanya tentang minumannya.
Budaya berkumpul dan berbincang juga menjadi bagian dari pengalaman.
Setelah mengunjungi berbagai destinasi, meluangkan waktu di kedai kopi dapat menjadi cara yang nyaman untuk beristirahat.
Bagi pencinta kopi, jangan lewatkan kesempatan untuk mencoba kopi khas Aceh.
Tips Menjelajahi Kuliner Banda Aceh dengan Nyaman
Menikmati makanan khas akan lebih menyenangkan jika perjalanan direncanakan dengan baik.
Pertama, jangan mencoba terlalu banyak makanan dalam satu waktu.
Lebih baik membagi agenda makan selama beberapa hari.
Misalnya, hari pertama mencoba Mie Aceh dan kopi.
Hari kedua dapat mencoba Ayam Tangkap dan makanan tradisional lainnya.
Dengan cara ini, Anda memiliki waktu untuk menikmati setiap hidangan.
Kedua, tanyakan tingkat kepedasan.
Beberapa masakan Aceh menggunakan cabai dalam jumlah cukup banyak.
Jika tidak terbiasa, mintalah tingkat kepedasan yang lebih ringan.
Ketiga, cari informasi mengenai jam operasional.
Beberapa tempat makan mungkin hanya buka pada waktu tertentu.
Keempat, perhatikan kebersihan dan kondisi tempat makan.
Pilih tempat yang terlihat memiliki proses penyajian makanan yang baik.
Terakhir, jangan takut mencoba menu yang belum pernah dikenal sebelumnya.
Justru pengalaman tersebut dapat menjadi bagian paling menarik dari perjalanan.
Rekomendasi Itinerary Wisata Kuliner 2 Hari di Banda Aceh
Hari Pertama: Makanan Ikonik dan Kopi Aceh
Mulailah pagi dengan menikmati Nasi Gurih.
Setelah itu, Anda dapat melanjutkan agenda wisata ke beberapa destinasi di Kota Banda Aceh.
Saat makan siang, Mie Aceh dapat menjadi pilihan.
Sore hari, luangkan waktu untuk mencoba kopi di salah satu kedai lokal.
Pada malam hari, Anda dapat mencari pilihan camilan seperti martabak.
Hari pertama dapat digunakan untuk mencoba makanan yang lebih populer.
Hari Kedua: Eksplorasi Masakan Tradisional
Hari kedua dapat digunakan untuk mencari makanan yang lebih tradisional.
Cobalah mencari Kuah Beulangong, Sie Reuboh, atau Eungkot Keumamah.
Untuk makan siang atau malam, Ayam Tangkap dapat menjadi pilihan.
Sisakan waktu untuk membeli jajanan tradisional.
Kue Timphan dapat menjadi salah satu makanan yang dapat dicoba sebelum meninggalkan Aceh.
Dengan membagi agenda, perjalanan kuliner dapat terasa lebih santai.
Menginap di Portola Grand Arabia Hotel Saat Menjelajahi Kuliner Aceh
Bagi wisatawan yang ingin menjadikan Banda Aceh sebagai pusat perjalanan, lokasi akomodasi dapat menjadi salah satu pertimbangan penting.
Portola Grand Arabia Hotel merupakan salah satu hotel yang berada di pusat Kota Banda Aceh. Berdasarkan informasi resmi Parkside Hotels Indonesia, hotel ini berlokasi di Jl. Prof. A. Majid Ibrahim II No. 3, Kp. Baru, Kecamatan Baiturrahman, Kota Banda Aceh, Aceh 23246.
Informasi resmi hotel menyebutkan bahwa lokasinya dapat diakses sekitar 30 menit berkendara dari Sultan Iskandar Muda International Airport dan sekitar 10 menit berkendara dari Pelabuhan Ulee Lheue. Waktu perjalanan dapat berubah sesuai kondisi lalu lintas.
Bagi wisatawan yang ingin menjelajahi makanan khas, lokasi hotel dapat menjadi titik awal untuk menyusun agenda wisata kota. Halaman resmi hotel juga secara khusus menyebut akses menuju pilihan kuliner Banda Aceh dan berbagai menu lokal dengan cita rasa tradisional.
Detail Portola Grand Arabia Hotel
Portola Grand Arabia Hotel merupakan bagian dari jaringan Parkside Hotels Indonesia. Berdasarkan informasi pada halaman resmi hotel, properti ini berada di kawasan pusat Banda Aceh dan ditujukan untuk kebutuhan wisatawan maupun perjalanan bisnis.
Hotel ini juga menjelaskan pengembangan layanan yang berkaitan dengan konsep halal dan sharia compliance operations dalam operasional perhotelannya. Informasi tersebut menjadi salah satu karakter yang dicantumkan oleh pihak hotel pada halaman resminya.
Berdasarkan daftar kamar yang ditampilkan pada situs resmi, beberapa kategori kamar yang tersedia mencakup:
- Deluxe Room
- Grand Deluxe Room
- Junior Suite Room
- Arabia Suite Room
Beberapa kategori kamar pada halaman resmi juga mencantumkan fasilitas atau manfaat berupa buffet breakfast. Ketersediaan kamar, fasilitas, dan harga dapat berubah, sehingga calon tamu sebaiknya memeriksa informasi terbaru sebelum melakukan reservasi.
Lokasi Hotel untuk Menikmati Wisata Kota Banda Aceh
Memilih hotel di kawasan kota dapat membantu wisatawan menyusun perjalanan dengan lebih fleksibel.
Pada pagi hari, wisatawan dapat memulai agenda dengan sarapan dan melanjutkan perjalanan ke destinasi wisata. Setelah itu, waktu makan siang dapat digunakan untuk mencari makanan khas.
Sore hari dapat dimanfaatkan untuk berkunjung ke kedai kopi atau menikmati jajanan tradisional.
Pada malam hari, wisatawan dapat kembali menjelajahi pilihan makanan di kota.
Dengan itinerary seperti ini, kegiatan wisata dan agenda kuliner dapat dikombinasikan dalam satu perjalanan.
Namun, sebelum mengunjungi rumah makan tertentu, sebaiknya periksa kembali jam buka dan lokasi. Informasi operasional tempat makan dapat berubah.
Mengapa Wisata Kuliner Menjadi Bagian Penting dari Liburan?
Makanan dapat membantu wisatawan memahami karakter suatu daerah.
Setiap daerah memiliki bahan, rempah, dan teknik memasak yang berkembang melalui sejarah dan budaya masyarakatnya.
Saat mencoba makanan khas, wisatawan tidak hanya menikmati rasa.
Ada cerita budaya di balik proses memasak dan penggunaan bahan.
Misalnya, penggunaan rempah yang kuat dalam makanan Aceh menunjukkan kekayaan tradisi kuliner yang berkembang di wilayah tersebut.
Selain itu, menikmati makanan lokal juga memberikan kesempatan untuk mengenal kebiasaan masyarakat.
Mengunjungi warung, rumah makan, atau kedai kopi dapat menghadirkan pengalaman yang berbeda dibandingkan hanya makan di tempat yang sama setiap hari.
Karena itu, jangan jadikan makanan hanya sebagai kebutuhan selama perjalanan.
Jadikan agenda kuliner sebagai bagian dari pengalaman liburan.
Tips Memilih Tempat Makan di Banda Aceh
Saat berada di kota yang belum pernah dikunjungi, wisatawan mungkin menemukan banyak pilihan tempat makan.
Pertama, tentukan jenis makanan yang ingin dicoba.
Jika ingin mencoba makanan ikonik, Mie Aceh dapat menjadi salah satu pilihan.
Jika ingin mencoba makanan tradisional, cari menu seperti Kuah Beulangong atau Sie Reuboh.
Kedua, jangan hanya mengunjungi satu jenis tempat makan.
Rumah makan, warung tradisional, dan kedai kopi dapat memberikan pengalaman berbeda.
Ketiga, tanyakan rekomendasi menu.
Jika bingung, Anda dapat bertanya kepada staf atau penduduk lokal.
Keempat, perhatikan porsi makanan.
Beberapa menu dapat terasa cukup mengenyangkan.
Kelima, jangan lupa mencoba minuman atau camilan lokal.
Pengalaman kuliner akan terasa lebih lengkap ketika Anda mencoba berbagai kategori makanan.
Kesalahan yang Sebaiknya Dihindari Saat Wisata Kuliner
Salah satu kesalahan umum adalah mencoba terlalu banyak makanan dalam waktu singkat.
Hal tersebut dapat membuat wisatawan tidak dapat menikmati setiap makanan dengan baik.
Kesalahan berikutnya adalah hanya mencari makanan yang sudah dikenal.
Saat berwisata, cobalah memberikan kesempatan pada menu baru.
Kesalahan lainnya adalah mengabaikan tingkat kepedasan.
Jika tidak terbiasa dengan makanan pedas, tanyakan terlebih dahulu.
Selain itu, jangan langsung membeli oleh-oleh makanan dalam jumlah besar tanpa mengetahui daya tahannya.
Beberapa makanan memiliki masa simpan terbatas.
Terakhir, jangan membuat jadwal makan terlalu ketat.
Terkadang, tempat makan yang menarik ditemukan secara tidak sengaja selama perjalanan.
Berikan ruang dalam itinerary untuk menemukan pengalaman baru.
Menikmati Banda Aceh Melalui Rasa
Banda Aceh memiliki banyak cara untuk memberikan pengalaman menarik kepada wisatawan.
Wisatawan dapat memulai hari dengan sarapan makanan khas, mengunjungi tempat bersejarah, menikmati makan siang dengan hidangan rempah, lalu mengakhiri hari di kedai kopi.
Pola perjalanan seperti ini membuat wisata menjadi lebih lengkap.
Anda tidak hanya melihat tempat, tetapi juga merasakan karakter kota melalui makanannya.
Setiap hidangan dapat memberikan pengalaman berbeda.
Mie Aceh menawarkan rasa rempah yang kuat.
Ayam Tangkap memberikan aroma khas dari daun dan bumbu.
Nasi Gurih dapat menjadi pilihan sarapan.
Sementara kopi menjadi bagian dari waktu santai.
Semua pengalaman tersebut dapat menjadi bagian dari cerita perjalanan Anda.
Kesimpulan
Kuliner Banda Aceh menawarkan pengalaman yang kaya bagi wisatawan. Perpaduan rempah, bahan lokal, dan tradisi memasak menghasilkan berbagai makanan dengan karakter khas.
Mie Aceh, Ayam Tangkap, Kuah Beulangong, Nasi Gurih, Sie Reuboh, Sate Matang, Eungkot Keumamah, Martabak Aceh, Kue Timphan, dan kopi khas Aceh merupakan beberapa pilihan yang dapat dimasukkan ke dalam agenda perjalanan.
Untuk mendapatkan pengalaman yang lebih lengkap, wisatawan sebaiknya membagi agenda makan selama beberapa hari.
Jangan terburu-buru mencoba semuanya dalam satu waktu.
Nikmati setiap makanan sambil menjelajahi budaya dan suasana Kota Banda Aceh.
Bagi wisatawan yang membutuhkan akomodasi selama perjalanan, Portola Grand Arabia Hotel dapat menjadi salah satu pilihan. Berdasarkan informasi resmi, hotel ini berada di pusat Banda Aceh, sekitar 30 menit berkendara dari Sultan Iskandar Muda International Airport dan sekitar 10 menit dari Pelabuhan Ulee Lheue. Hotel juga mencantumkan akses menuju pilihan kuliner lokal sebagai salah satu keunggulan lokasinya.
Dengan perencanaan yang tepat, perjalanan ke Banda Aceh dapat menjadi pengalaman yang memadukan wisata sejarah, budaya, dan cita rasa khas Aceh.
FAQs
Apa makanan khas yang wajib dicoba di Banda Aceh?
Beberapa makanan yang dapat dicoba adalah Mie Aceh, Ayam Tangkap, Kuah Beulangong, Nasi Gurih, Sie Reuboh, Sate Matang, Eungkot Keumamah, dan Kue Timphan.
Apakah makanan Aceh selalu pedas?
Tidak selalu. Banyak makanan Aceh menggunakan rempah dan cabai, tetapi tingkat kepedasan dapat berbeda tergantung jenis hidangan dan tempat makan.
Apa makanan yang cocok untuk sarapan di Banda Aceh?
Nasi Gurih dapat menjadi salah satu pilihan sarapan khas yang dapat dicoba saat berada di Banda Aceh.
Apa minuman khas yang perlu dicoba?
Kopi Aceh menjadi salah satu pilihan yang menarik, terutama bagi wisatawan yang ingin menikmati budaya kedai kopi di Aceh.
Apa makanan khas Aceh yang cocok untuk pencinta daging?
Ayam Tangkap, Sie Reuboh, dan Sate Matang dapat menjadi beberapa pilihan untuk dicoba.
Apa makanan khas Aceh yang menggunakan ikan?
Eungkot Keumamah merupakan salah satu hidangan khas yang menggunakan ikan sebagai bahan utama.
Apakah wisata kuliner Banda Aceh cocok untuk keluarga?
Ya. Tersedia berbagai jenis makanan, mulai dari makanan utama hingga camilan. Wisatawan dapat memilih menu sesuai selera setiap anggota keluarga.
Di mana lokasi Portola Grand Arabia Hotel?
Berdasarkan situs resmi Parkside Hotels Indonesia, Portola Grand Arabia Hotel berlokasi di Jl. Prof. A. Majid Ibrahim II No. 3, Kp. Baru, Kecamatan Baiturrahman, Kota Banda Aceh, Aceh 23246.
Berapa lama perjalanan dari bandara ke Portola Grand Arabia Hotel?
Informasi resmi hotel menyebutkan perjalanan dari Sultan Iskandar Muda International Airport memerlukan sekitar 30 menit berkendara. Waktu tempuh dapat berubah tergantung kondisi lalu lintas.
Seberapa jauh Portola Grand Arabia Hotel dari Pelabuhan Ulee Lheue?
Berdasarkan informasi resmi hotel, Portola Grand Arabia Hotel berada sekitar 10 menit berkendara dari Pelabuhan Ulee Lheue.
Apa saja pilihan kamar di Portola Grand Arabia Hotel?
Halaman resmi hotel menampilkan beberapa kategori, termasuk Deluxe Room, Grand Deluxe Room, Junior Suite Room, dan Arabia Suite Room. Ketersediaan dapat berubah.
Apakah Portola Grand Arabia Hotel menyediakan sarapan?
Halaman resmi hotel mencantumkan buffet breakfast pada beberapa kategori kamar. Calon tamu sebaiknya memeriksa detail reservasi dan kategori kamar yang dipilih untuk informasi terbaru.
Apakah Portola Grand Arabia Hotel cocok untuk perjalanan wisata?
Berdasarkan informasi resmi, hotel berada di pusat Banda Aceh dan memiliki akses ke sejumlah fasilitas kota, termasuk pilihan kuliner lokal. Lokasinya juga disebut dapat diakses sekitar 10 menit dari Pelabuhan Ulee Lheue dan sekitar 30 menit dari bandara.