
Palembang Selain Pempek menawarkan pengalaman wisata yang jauh lebih beragam daripada sekadar berburu makanan khas. Kota yang berada di tepian Sungai Musi ini memiliki sejarah panjang, bangunan bersejarah, tradisi budaya, kuliner khas, hingga berbagai destinasi menarik yang dapat dieksplorasi wisatawan.
Selama ini, Palembang memang sangat identik dengan pempek. Hidangan berbahan dasar ikan dan tepung sagu tersebut bahkan telah menjadi salah satu ikon kuliner Indonesia. Namun, menjadikan pempek sebagai satu-satunya alasan untuk berkunjung tentu membuat wisatawan melewatkan banyak pengalaman menarik lainnya.
Palembang Selain Pempek dapat menjadi tema perjalanan yang menarik bagi wisatawan yang ingin melihat sisi lain kota ini. Mulai dari Jembatan Ampera yang ikonik, Sungai Musi, kawasan wisata sejarah, hingga kuliner tradisional lainnya, semuanya dapat menjadi bagian dari perjalanan yang lebih lengkap.
Bagi Anda yang sedang merencanakan liburan ke Palembang, berikut berbagai destinasi, budaya, dan kuliner yang wajib masuk dalam daftar eksplorasi.
Palembang Selain Pempek: Mengenal Sejarah Kota yang Kaya
Palembang merupakan salah satu kota tertua di Indonesia dan memiliki hubungan erat dengan sejarah Kerajaan Sriwijaya. Letaknya yang berada di sekitar Sungai Musi membuat kota ini berkembang sebagai kawasan perdagangan dan pertemuan berbagai budaya.
Jejak sejarah tersebut masih dapat ditemukan melalui berbagai peninggalan dan destinasi wisata yang tersebar di kota.
Salah satu kawasan yang menarik untuk dikunjungi adalah Bukit Siguntang. Tempat ini memiliki nilai sejarah dan budaya yang kuat serta sering dikaitkan dengan peninggalan Kerajaan Sriwijaya.
Selain Bukit Siguntang, wisatawan juga dapat mengunjungi Museum Sultan Mahmud Badaruddin II untuk mengenal sejarah Palembang dari perspektif yang lebih luas.
Dengan mengunjungi destinasi sejarah, perjalanan Palembang Selain Pempek menjadi lebih bermakna karena wisatawan tidak hanya menikmati makanan, tetapi juga memahami latar belakang kota yang dikunjungi.
10 Destinasi Palembang Selain Pempek yang Wajib Dikunjungi
Palembang memiliki berbagai destinasi wisata yang dapat disesuaikan dengan minat wisatawan. Ada tempat yang cocok untuk wisata sejarah, fotografi, keluarga, hingga menikmati suasana kota.
1. Jembatan Ampera
Jembatan Ampera merupakan salah satu ikon paling terkenal di Palembang.
Jembatan yang membentang di atas Sungai Musi ini menjadi salah satu landmark yang hampir selalu masuk dalam itinerary wisatawan. Pemandangan Jembatan Ampera akan terlihat semakin menarik ketika lampu mulai menyala pada malam hari.
Wisatawan dapat mengunjungi kawasan sekitar jembatan untuk berfoto sekaligus menikmati suasana tepian Sungai Musi.
Jika ingin mendapatkan pengalaman berbeda, Anda juga dapat menikmati pemandangan jembatan dari atas perahu yang menyusuri Sungai Musi.
2. Sungai Musi
Sungai Musi merupakan bagian penting dari identitas Palembang.
Sungai ini tidak hanya memiliki nilai geografis, tetapi juga sejarah dan ekonomi bagi masyarakat setempat. Aktivitas masyarakat di sekitar sungai menjadi bagian dari karakter kehidupan Palembang.
Menikmati Sungai Musi dari kawasan tepian sungai dapat menjadi pilihan aktivitas santai. Wisatawan juga dapat mencoba perjalanan menggunakan perahu untuk melihat kota dari perspektif berbeda.
Pengalaman menyusuri sungai dapat menjadi salah satu cara terbaik untuk memahami mengapa Palembang berkembang sebagai kota perdagangan sejak masa lalu.
3. Pulau Kemaro
Pulau Kemaro merupakan destinasi wisata yang berada di tengah Sungai Musi.
Pulau ini memiliki pagoda sembilan lantai dan Klenteng Hok Tjing Rio yang menjadi daya tarik utama. Selain memiliki nilai budaya dan religi, Pulau Kemaro juga memiliki cerita rakyat yang terkenal di masyarakat Palembang.
Mengunjungi Pulau Kemaro memberikan kesempatan untuk melihat bagaimana berbagai budaya hidup berdampingan di Palembang.
Bagi pencinta fotografi, bangunan pagoda dan suasana sekitar sungai juga dapat menjadi objek foto yang menarik.
4. Museum Sultan Mahmud Badaruddin II
Jika ingin mengenal sejarah Palembang lebih dekat, Museum Sultan Mahmud Badaruddin II dapat dimasukkan ke dalam itinerary.
Museum ini menyimpan berbagai koleksi yang berkaitan dengan sejarah dan budaya Palembang. Mengunjungi museum dapat menjadi aktivitas yang cocok bagi wisatawan yang ingin mendapatkan pengalaman wisata edukatif.
Destinasi seperti museum juga membuat konsep Palembang Selain Pempek semakin lengkap karena perjalanan tidak hanya berorientasi pada kuliner.
5. Bukit Siguntang
Bukit Siguntang memiliki nilai sejarah dan budaya yang kuat bagi masyarakat Palembang.
Kawasan ini sering dikaitkan dengan sejarah Kerajaan Sriwijaya dan berbagai kisah masa lampau. Lingkungan yang relatif hijau juga memberikan suasana berbeda dibandingkan kawasan perkotaan.
Bagi wisatawan yang tertarik dengan sejarah Nusantara, Bukit Siguntang dapat menjadi salah satu destinasi yang menarik untuk dikunjungi.
6. Masjid Agung Palembang
Masjid Agung Palembang merupakan salah satu bangunan bersejarah yang memiliki nilai arsitektur dan budaya.
Lokasinya berada tidak jauh dari kawasan Jembatan Ampera sehingga dapat dikombinasikan dalam satu perjalanan.
Wisatawan dapat mengunjungi kawasan masjid sambil melanjutkan perjalanan ke destinasi lain di pusat kota.
7. Kampung Al-Munawar
Kampung Al-Munawar menawarkan pengalaman berbeda bagi wisatawan yang ingin melihat kawasan permukiman bersejarah.
Kampung ini memiliki rumah-rumah tradisional dan nuansa budaya Arab yang menjadi bagian dari sejarah perkembangan Palembang.
Mengunjungi kawasan seperti Kampung Al-Munawar memberikan gambaran mengenai keberagaman budaya yang berkembang di Palembang selama berabad-abad.
8. Taman Wisata Kerajaan Sriwijaya
Taman Wisata Kerajaan Sriwijaya dapat menjadi pilihan bagi wisatawan yang ingin mengenal lebih jauh sejarah Sriwijaya.
Kawasan ini memiliki hubungan dengan sejarah perkembangan kerajaan maritim besar yang pernah berkembang di Sumatra.
Destinasi ini cocok bagi wisatawan yang ingin menambahkan unsur edukasi dan sejarah dalam itinerary.
9. Al-Qur’an Al-Akbar
Al-Qur’an Al-Akbar merupakan salah satu destinasi religi yang cukup unik di Palembang.
Daya tarik utamanya adalah ukiran ayat-ayat Al-Qur’an pada lembaran kayu berukuran besar. Keunikan tersebut membuat tempat ini menarik untuk dikunjungi sekaligus menjadi pengalaman wisata religi.
Bagi wisatawan yang ingin mencari destinasi berbeda, tempat ini dapat menjadi tambahan itinerary.
10. Pasar Tradisional dan Kawasan Kuliner
Jangan hanya mengunjungi tempat wisata yang populer. Menjelajahi pasar tradisional juga dapat menjadi cara menarik untuk memahami kehidupan masyarakat Palembang.
Di pasar, wisatawan dapat menemukan berbagai bahan makanan, jajanan tradisional, rempah, serta produk lokal.
Pengalaman seperti ini memberikan sisi lain dari Palembang Selain Pempek karena wisatawan dapat melihat bagaimana makanan dan budaya lokal menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.
Kuliner Palembang Selain Pempek yang Wajib Dicoba
Palembang memiliki banyak makanan khas yang tidak kalah menarik dibandingkan pempek.
Jika Anda ingin mengeksplorasi kuliner lokal secara lebih luas, beberapa makanan berikut dapat dimasukkan dalam daftar.
Tekwan
Tekwan merupakan makanan berkuah yang menggunakan olahan ikan sebagai bahan utama.
Hidangan ini biasanya disajikan bersama kuah kaldu, jamur, bengkuang, dan bahan pelengkap lainnya. Kuah yang hangat membuat tekwan cocok dinikmati sebagai makanan ringan maupun hidangan utama.
Bagi wisatawan yang menyukai makanan berkuah, tekwan menjadi salah satu kuliner yang wajib dicoba.
Model
Model memiliki kemiripan dengan tekwan karena sama-sama menggunakan olahan ikan dan disajikan dengan kuah.
Perbedaannya terletak pada bentuk dan penyajiannya. Model umumnya menggunakan adonan ikan yang memiliki tekstur lebih padat dan disajikan bersama kuah.
Kuliner ini menjadi salah satu alternatif menarik jika Anda ingin mencoba makanan khas Palembang selain pempek.
Laksan
Laksan menggunakan adonan ikan yang menyerupai pempek, tetapi disajikan dengan kuah santan berbumbu.
Rasa gurih dari santan berpadu dengan rempah sehingga menghasilkan karakter rasa yang berbeda.
Bagi pencinta makanan berbumbu, laksan dapat menjadi pilihan menarik.
Celimpungan
Celimpungan juga menggunakan bahan dasar ikan dan sagu, tetapi memiliki bentuk berbeda dari pempek.
Hidangan ini biasanya disajikan dalam kuah santan berwarna kekuningan dengan cita rasa gurih dan rempah yang cukup kuat.
Celimpungan menjadi salah satu contoh bagaimana bahan dasar yang mirip dapat menghasilkan hidangan dengan karakter berbeda.
Burgo
Burgo merupakan makanan tradisional Palembang yang menggunakan adonan tepung beras berbentuk lembaran.
Makanan ini biasanya disajikan bersama kuah santan yang gurih dan diberi tambahan bumbu serta pelengkap.
Teksturnya lembut dan rasa kuahnya membuat burgo cocok untuk sarapan atau makanan ringan.
Pindang Patin
Pindang patin menjadi salah satu hidangan yang menarik untuk dicoba ketika berkunjung ke Palembang.
Ikan patin dimasak menggunakan kuah dengan perpaduan rempah, rasa asam, gurih, dan sedikit pedas.
Karakter kuah yang segar membuat makanan ini cocok bagi wisatawan yang ingin mencoba hidangan berbahan ikan selain pempek.
Tempoyak
Tempoyak merupakan makanan yang menggunakan fermentasi durian sebagai salah satu bahan utamanya.
Penggunaannya dalam masakan menghasilkan rasa dan aroma yang khas. Bagi wisatawan yang baru pertama kali mencobanya, tempoyak dapat menjadi pengalaman kuliner yang berbeda.
Tidak semua orang langsung menyukai rasanya, tetapi bagi pencinta kuliner tradisional, makanan ini layak dicoba.
Budaya Palembang yang Menarik untuk Dieksplorasi
Wisata Palembang Selain Pempek juga tidak lengkap tanpa mengenal budaya lokal.
Palembang memiliki perpaduan budaya Melayu, Arab, Tionghoa, dan berbagai pengaruh lainnya yang berkembang melalui sejarah perdagangan dan interaksi masyarakat.
Salah satu aspek budaya yang menarik adalah kain songket Palembang.
Songket Palembang
Songket merupakan salah satu produk budaya yang sangat identik dengan Palembang.
Kain ini memiliki motif dan teknik pembuatan yang khas. Songket sering digunakan dalam berbagai acara adat dan kegiatan penting.
Wisatawan dapat mengunjungi sentra kerajinan atau toko oleh-oleh untuk melihat koleksi songket sekaligus membeli produk lokal sebagai buah tangan.
Rumah Limas
Rumah Limas merupakan salah satu bentuk arsitektur tradisional Palembang.
Rumah ini memiliki struktur bertingkat dan berbagai elemen yang mencerminkan nilai sosial serta budaya masyarakat setempat.
Melihat Rumah Limas secara langsung dapat membantu wisatawan memahami bahwa kekayaan Palembang tidak hanya terdapat dalam kulinernya.
Waktu Terbaik Menjelajahi Palembang
Palembang dapat dikunjungi sepanjang tahun, tetapi wisatawan tetap perlu memperhatikan kondisi cuaca dan agenda perjalanan.
Pagi hari cocok digunakan untuk mengunjungi destinasi sejarah dan budaya. Pada siang hari, Anda dapat melanjutkan perjalanan ke museum atau pusat kuliner.
Sore hingga malam hari dapat digunakan untuk menikmati kawasan Sungai Musi dan Jembatan Ampera.
Jika ingin berburu kuliner, malam hari juga menjadi waktu yang menarik karena berbagai tempat makan mulai ramai dikunjungi.
Dengan mengatur waktu secara tepat, Anda dapat mengeksplorasi lebih banyak destinasi tanpa harus terburu-buru.
Palembang Selain Pempek: Tips Menyusun Itinerary
Agar perjalanan lebih efektif, Anda dapat mengelompokkan destinasi berdasarkan lokasi.
Hari pertama dapat difokuskan pada kawasan pusat kota seperti Jembatan Ampera, Sungai Musi, Masjid Agung Palembang, dan Museum Sultan Mahmud Badaruddin II.
Hari kedua dapat digunakan untuk mengunjungi Pulau Kemaro, Kampung Al-Munawar, serta destinasi budaya lainnya.
Sementara itu, hari berikutnya dapat digunakan untuk wisata kuliner dan berburu oleh-oleh.
Dengan itinerary seperti ini, perjalanan Palembang Selain Pempek dapat memberikan pengalaman yang lebih lengkap.
Menginap di Parkside Hotel Palembang Saat Menjelajahi Kota
Setelah seharian mengeksplorasi berbagai destinasi wisata, budaya, dan kuliner, memilih akomodasi yang strategis dapat membuat perjalanan di Palembang menjadi lebih nyaman.
Parkside Hotel Palembang dapat menjadi salah satu pilihan akomodasi bagi wisatawan yang ingin menjelajahi berbagai sisi Kota Palembang. Hotel ini berada di Jl. Seroja No. 1194, 20 Ilir D. III, Kecamatan Ilir Timur I, Kota Palembang, Sumatera Selatan.
Lokasinya berada di kawasan perkotaan dan memiliki akses menuju sejumlah tempat penting di Palembang. Berdasarkan informasi resmi hotel, Jembatan Ampera berjarak sekitar 4 km, Benteng Kuto Besak sekitar 5 km, Bukit Siguntang sekitar 5 km, sementara Pulau Kemaro berjarak sekitar 11 km dari hotel. Hotel juga berada sekitar 3 km dari Palembang Indah Mall dan sekitar 900 meter dari Stasiun LRT Bumi Sriwijaya.
Parkside Hotel Palembang merupakan hotel bintang 3 dengan total 80 kamar yang tersebar di bangunan delapan lantai. Setiap kamar dilengkapi fasilitas seperti Wi-Fi gratis, air conditioning, LED TV dengan saluran internasional, brankas, meja kerja, fasilitas pembuat kopi dan teh, air minum kemasan, serta perlengkapan mandi.
Untuk menunjang kebutuhan wisatawan maupun pelancong bisnis, hotel menyediakan berbagai fasilitas seperti restoran, roof bar, meeting room, area lobby, parkir gratis, resepsionis 24 jam, room service, penyimpanan bagasi, wake-up call, serta layanan laundry. Hotel juga menyediakan keamanan dan CCTV selama 24 jam.
Restoran dan roof bar hotel menawarkan pilihan makanan regional, Asia, dan internasional. Tersedia pula sarapan buffet yang dapat menjadi pilihan praktis sebelum memulai aktivitas menjelajahi Palembang.
Lokasi hotel yang masih berada di kawasan kota membuatnya dapat menjadi titik awal untuk menyusun itinerary wisata. Anda dapat memulai perjalanan dengan mengunjungi kawasan Jembatan Ampera dan Sungai Musi, kemudian melanjutkan perjalanan ke Benteng Kuto Besak, Museum Sultan Mahmud Badaruddin II, atau destinasi budaya lainnya.
Setelah puas menjelajahi kota, wisatawan dapat kembali ke hotel untuk beristirahat sebelum melanjutkan agenda kuliner pada malam hari.
Dengan perpaduan lokasi strategis, fasilitas akomodasi, restoran, roof bar, serta ruang pertemuan, Parkside Hotel Palembang dapat menjadi pilihan bagi wisatawan yang ingin menjadikan Palembang sebagai destinasi wisata sejarah, budaya, kuliner, maupun perjalanan bisnis.
Mengapa Palembang Layak Dikunjungi Selain untuk Pempek?
Ada banyak alasan untuk menjadikan Palembang sebagai destinasi wisata.
Pertama, kota ini memiliki sejarah panjang yang berkaitan dengan Sriwijaya.
Kedua, Sungai Musi memberikan karakter geografis yang kuat dan menjadi bagian penting dari identitas kota.
Ketiga, Palembang memiliki keberagaman budaya yang terlihat melalui arsitektur, tradisi, kain songket, kawasan permukiman, dan kulinernya.
Keempat, pilihan makanan khasnya sangat beragam.
Pempek memang merupakan ikon utama, tetapi wisatawan dapat menemukan tekwan, model, laksan, celimpungan, burgo, pindang patin, hingga tempoyak.
Karena itu, konsep Palembang Selain Pempek sebenarnya membuka kesempatan untuk melihat kota ini dari berbagai perspektif.
Kesimpulan
Palembang Selain Pempek merupakan konsep perjalanan yang cocok bagi wisatawan yang ingin mendapatkan pengalaman lebih lengkap ketika mengunjungi kota di tepian Sungai Musi ini.
Jembatan Ampera, Sungai Musi, Pulau Kemaro, Bukit Siguntang, museum, kampung bersejarah, dan berbagai destinasi budaya dapat menjadi bagian dari itinerary.
Dari sisi kuliner, Palembang juga memiliki banyak makanan khas yang layak dicoba. Tekwan, model, laksan, celimpungan, burgo, pindang patin, dan tempoyak menawarkan pengalaman rasa yang berbeda.
Sementara itu, budaya seperti songket dan Rumah Limas memperlihatkan kekayaan tradisi yang berkembang di masyarakat Palembang.
Jadi, ketika merencanakan perjalanan berikutnya, jangan hanya memasukkan pempek dalam daftar. Jadikan Palembang Selain Pempek sebagai tema perjalanan untuk mengeksplorasi sejarah, budaya, wisata, dan kuliner secara lebih menyeluruh.
Bagi wisatawan yang ingin menjadikan Palembang sebagai destinasi liburan, pilihan akomodasi juga menjadi bagian penting dari perencanaan perjalanan. Parkside Hotel Palembang dapat menjadi salah satu pilihan untuk menginap karena lokasinya berada di kawasan 20 Ilir D. III dan memiliki akses menuju sejumlah destinasi populer seperti Jembatan Ampera, Benteng Kuto Besak, Bukit Siguntang, serta Pulau Kemaro.
Dengan fasilitas seperti 80 kamar, restoran, roof bar, meeting room, Wi-Fi gratis, parkir, resepsionis 24 jam, room service, dan keamanan 24 jam, hotel ini dapat mendukung kebutuhan wisatawan selama berada di Palembang.
Pada akhirnya, Palembang Selain Pempek bukan sekadar perjalanan kuliner. Kota ini menawarkan sejarah Sriwijaya, Sungai Musi, Jembatan Ampera, kawasan budaya, bangunan bersejarah, hingga beragam makanan khas seperti tekwan, model, laksan, celimpungan, burgo, pindang patin, dan tempoyak.
Dengan itinerary yang tepat dan akomodasi yang strategis seperti Parkside Hotel Palembang, wisatawan dapat mengeksplorasi Palembang dengan lebih nyaman sekaligus mendapatkan pengalaman yang lebih lengkap.
FAQs tentang Palembang Selain Pempek
Apa saja wisata Palembang selain pempek?
Beberapa destinasi yang dapat dikunjungi antara lain Jembatan Ampera, Sungai Musi, Pulau Kemaro, Bukit Siguntang, Museum Sultan Mahmud Badaruddin II, Kampung Al-Munawar, Masjid Agung Palembang, dan Al-Qur’an Al-Akbar.
Apa makanan khas Palembang selain pempek?
Selain pempek, wisatawan dapat mencoba tekwan, model, laksan, celimpungan, burgo, pindang patin, dan tempoyak.
Apa yang membuat Palembang menarik untuk wisata budaya?
Palembang memiliki sejarah panjang yang berkaitan dengan Sriwijaya serta perpaduan budaya Melayu, Arab, Tionghoa, dan berbagai pengaruh lainnya. Kekayaan tersebut terlihat dari arsitektur, songket, kuliner, dan kawasan bersejarah.
Apa yang menarik dari Sungai Musi?
Sungai Musi merupakan bagian penting dari sejarah dan identitas Palembang. Wisatawan dapat menikmati pemandangan sungai, mengunjungi kawasan tepian, atau menggunakan perahu untuk melihat kota dari atas air.
Apakah Pulau Kemaro wajib dikunjungi?
Pulau Kemaro dapat menjadi pilihan menarik bagi wisatawan yang ingin melihat perpaduan budaya, sejarah, dan religi. Pagoda dan Klenteng Hok Tjing Rio menjadi salah satu daya tarik utamanya.
Apa itu laksan Palembang?
Laksan merupakan makanan khas Palembang berbahan dasar ikan dan sagu yang disajikan menggunakan kuah santan berbumbu. Hidangan ini memiliki karakter rasa gurih dan kaya rempah.
Apa itu pindang patin?
Pindang patin adalah hidangan berbahan ikan patin dengan kuah yang memiliki perpaduan rasa gurih, asam, pedas, dan aromatik dari rempah.
Apakah Palembang cocok untuk wisata keluarga?
Palembang memiliki berbagai destinasi yang dapat dinikmati keluarga, mulai dari wisata sejarah, museum, kawasan sungai, hingga wisata kuliner. Pilihan destinasi dapat disesuaikan dengan usia dan minat anggota keluarga.
Apa oleh-oleh khas Palembang selain makanan?
Selain makanan, wisatawan dapat mempertimbangkan songket Palembang dan berbagai produk kerajinan lokal sebagai oleh-oleh.
Mengapa wisatawan perlu mengeksplorasi Palembang selain pempek?
Karena Palembang memiliki kekayaan sejarah, budaya, wisata, dan kuliner yang jauh lebih luas. Dengan mengeksplorasi berbagai sisi tersebut, wisatawan dapat memperoleh pengalaman yang lebih lengkap dibandingkan hanya berburu pempek.
Bagi wisatawan yang menyukai wisata bahari, Aceh dapat menjadi pilihan menarik untuk menghabiskan waktu bersama keluarga, pasangan, maupun teman. Selain menikmati pemandangan laut, wisatawan juga dapat menggabungkan perjalanan pantai dengan wisata budaya, kuliner, sejarah, dan eksplorasi alam.
Salah satu daya tarik utama wisata pesisir Aceh adalah kesempatan menikmati sunset. Pantai Ulee Lheue di Banda Aceh, misalnya, dikenal sebagai salah satu lokasi yang menarik untuk menikmati matahari terbenam dengan panorama laut dan langit berwarna keemasan.
Jika Anda sedang merencanakan perjalanan ke Aceh, berikut beberapa rekomendasi Pantai Terbaik di Aceh yang dapat dimasukkan ke dalam itinerary.