
Oleh-oleh khas Aceh menjadi salah satu hal yang tidak boleh dilewatkan ketika berkunjung ke provinsi yang berada di ujung barat Indonesia ini. Selain terkenal dengan keindahan alam, sejarah, dan kekayaan budayanya, Aceh juga memiliki beragam produk lokal yang menarik untuk dibawa pulang sebagai buah tangan.
Mulai dari Kopi Gayo yang aromanya sudah dikenal luas, makanan tradisional dengan cita rasa khas, hingga kain dan kerajinan bermotif Aceh, pilihan buah tangan dari daerah ini cukup beragam. Bagi wisatawan yang berkunjung ke Takengon, Aceh Tengah, pengalaman berburu buah tangan juga bisa menjadi bagian menarik dari perjalanan.
Takengon sendiri merupakan salah satu kawasan penting di Dataran Tinggi Gayo. Selain menawarkan pemandangan Danau Lut Tawar dan udara pegunungan yang sejuk, kawasan ini juga dikenal sebagai salah satu daerah penghasil Kopi Gayo. Karena itu, tidak mengherankan jika banyak wisatawan menjadikan produk kopi dan makanan lokal sebagai buah tangan.
Jika Anda sedang merencanakan perjalanan ke Takengon, Portola Grand Renggali Hotel dapat menjadi salah satu pilihan akomodasi. Hotel ini berada di kawasan Teluk One-One, Aceh Tengah, tepat di tepi Danau Lut Tawar dan dikelilingi suasana khas Dataran Tinggi Gayo.
Lantas, apa saja buah tangan yang menarik untuk dibawa pulang? Berikut 10 rekomendasi yang bisa masuk daftar belanja Anda.
1. Kopi Gayo
Ketika membicarakan oleh-oleh khas Aceh, Kopi Gayo hampir selalu menjadi pilihan pertama. Kopi yang berasal dari kawasan dataran tinggi Gayo ini memiliki karakter rasa dan aroma yang khas sehingga banyak dicari oleh pencinta kopi.
Indonesia Travel menyebut Kopi Aceh sebagai salah satu kopi Indonesia dengan karakter kuat dan aroma khas. Kopi dari Gayo juga dikenal memiliki sentuhan cita rasa cokelat dan rempah.
Membeli Kopi Gayo langsung ketika berkunjung ke Takengon memberikan pengalaman tersendiri. Anda bisa memilih kopi dalam bentuk biji maupun bubuk sesuai kebutuhan.
Jika ingin memberikan kopi kepada teman atau keluarga, pilih kemasan yang sudah tertutup rapat dan memiliki informasi mengenai jenis kopi serta tanggal produksinya. Untuk pencinta kopi, membeli biji kopi yang baru disangrai juga bisa menjadi pilihan menarik.
2. Keukarah
Keukarah merupakan kue tradisional Aceh yang memiliki bentuk menyerupai jaring atau sarang. Teksturnya renyah dengan rasa manis yang ringan sehingga cocok dinikmati sebagai camilan.
Kue ini termasuk salah satu produk tradisional yang dapat dijadikan buah tangan karena bentuknya unik dan relatif praktis untuk dibawa. Keukarah juga tercatat sebagai salah satu produk oleh-oleh khas Aceh yang berasal dari tradisi kuliner lokal.
Ketika membelinya, pastikan memilih kemasan yang cukup kuat agar kue tidak mudah hancur selama perjalanan. Keukarah cocok diberikan kepada keluarga karena rasanya cukup familiar dan dapat dinikmati bersama minuman hangat.
3. Kue Bhoi
Kue bhoi adalah salah satu kue tradisional Aceh yang terkenal dengan bentuknya yang unik. Kue ini sering dibuat menggunakan cetakan berbentuk ikan, bunga, atau bentuk tradisional lainnya.
Tekstur bagian luarnya cenderung lebih kering dan renyah, sementara bagian dalamnya memiliki tekstur yang lebih lembut. Bentuknya yang khas membuat kue bhoi tidak hanya menarik untuk dimakan, tetapi juga menjadi bagian dari pengalaman mengenal kuliner tradisional Aceh.
Kue ini cocok dijadikan buah tangan untuk keluarga maupun teman. Apalagi jika Anda ingin membawa pulang sesuatu yang berbeda dari camilan modern yang banyak ditemukan di toko oleh-oleh.
4. Pisang Sale
Pisang sale merupakan camilan tradisional yang juga dapat ditemukan sebagai buah tangan dari sejumlah daerah di Aceh. Pisang diolah melalui proses pengeringan atau pengasapan sehingga menghasilkan rasa manis dan tekstur khas.
Produk ini cukup praktis untuk dibawa karena memiliki daya simpan yang lebih baik dibandingkan buah segar. Pisang sale juga tersedia dalam beberapa variasi pengolahan, termasuk versi yang digoreng.
Jika Anda ingin membeli camilan untuk perjalanan pulang, pisang sale bisa menjadi salah satu pilihan. Rasanya yang manis membuat makanan ini mudah dinikmati oleh berbagai usia.
5. Meuseukat
Meuseukat adalah penganan tradisional Aceh dengan cita rasa manis dan tekstur yang lembut. Makanan ini memiliki bentuk yang menarik dan sering dikaitkan dengan tradisi serta budaya masyarakat Aceh.
Meuseukat dapat menjadi pilihan bagi Anda yang ingin membawa pulang makanan tradisional yang memiliki nilai budaya. Pemerintah Aceh juga memasukkan meuseukat sebagai salah satu produk khas yang dapat ditemukan di wilayah Aceh.
Karena teksturnya berbeda dari kue kering, sebaiknya perhatikan cara pengemasan dan penyimpanan ketika membeli meuseukat untuk perjalanan yang cukup jauh.
6. Kerawang Gayo
Tidak semua oleh-oleh khas Aceh harus berupa makanan. Jika Anda mencari buah tangan yang lebih tahan lama, Kerawang Gayo dapat menjadi pilihan.
Kerawang Gayo merupakan motif bordir yang berkaitan dengan identitas dan budaya masyarakat Gayo. Motif tersebut dapat diaplikasikan pada berbagai produk seperti pakaian, tas, peci, hingga selendang.
Produk kerajinan seperti ini memiliki nilai lebih karena bukan hanya berfungsi sebagai souvenir, tetapi juga membawa unsur budaya lokal. Anda dapat memilih produk berukuran kecil jika ingin menghemat ruang di dalam koper.
Kerawang Gayo sangat cocok diberikan kepada orang yang menyukai produk kerajinan, kain, fashion, atau barang dengan unsur budaya tradisional.
7. Pie Kopi
Karena Takengon merupakan salah satu kawasan yang erat dengan budaya kopi, tidak mengherankan jika Anda juga dapat menemukan produk makanan yang menggunakan kopi sebagai salah satu bahan utamanya.
Salah satunya adalah pie kopi, camilan yang menggabungkan tekstur pastry dengan rasa dan aroma kopi. Produk seperti ini dapat menjadi pilihan menarik bagi wisatawan yang ingin membawa pulang buah tangan dengan nuansa khas Gayo tetapi dalam bentuk yang lebih modern.
Pie kopi juga cocok dijadikan camilan pribadi setelah kembali dari perjalanan.
8. Asam Sunti
Bagi Anda yang gemar memasak, asam sunti dapat menjadi pilihan oleh-oleh khas Aceh yang sangat menarik. Asam sunti merupakan olahan belimbing wuluh yang dikeringkan dan digunakan sebagai salah satu bumbu dalam masakan Aceh.
Produk ini memberikan rasa asam yang khas dan dapat digunakan untuk berbagai hidangan. Membawa asam sunti pulang juga memungkinkan Anda mencoba membuat masakan bercita rasa Aceh di rumah.
Karena biasanya dijual dalam bentuk yang sudah dikemas, asam sunti cukup praktis untuk dimasukkan ke dalam koper. Pastikan kemasan tertutup rapat agar aromanya tidak menyebar ke barang lainnya.
9. Sambal dan Bumbu Khas Aceh
Aceh memiliki tradisi kuliner yang kaya akan penggunaan rempah. Karena itu, produk berupa sambal dan bumbu khas juga dapat menjadi pilihan buah tangan.
Bagi wisatawan yang menyukai makanan pedas, membeli sambal khas Aceh dapat menjadi cara sederhana untuk membawa pulang pengalaman kuliner dari perjalanan.
Selain sambal, Anda juga dapat mencari bumbu masak khas yang dikemas dalam bentuk praktis. Pilihan ini cocok bagi keluarga yang gemar memasak karena produk tersebut dapat langsung digunakan setelah sampai di rumah.
Ketika membeli produk berbentuk sambal atau bumbu basah, pastikan kemasannya benar-benar tertutup dan aman untuk perjalanan.
10. Souvenir dan Kerajinan Motif Aceh
Pilihan terakhir adalah souvenir dan kerajinan dengan motif khas Aceh. Produk seperti kain, tas, dompet, aksesori, gantungan kunci, atau berbagai kerajinan dengan motif tradisional dapat menjadi alternatif jika Anda ingin membawa pulang barang yang tidak cepat habis.
Motif Pinto Aceh dan berbagai motif Gayo dapat ditemukan pada sejumlah produk kerajinan lokal. Pemerintah Aceh juga mencatat kerajinan bermotif Pinto Aceh sebagai salah satu produk yang merepresentasikan identitas budaya daerah.
Keuntungan memilih souvenir non-makanan adalah masa simpannya yang panjang. Barang tersebut bahkan dapat digunakan atau dipajang sehingga menjadi pengingat perjalanan ke Aceh dalam jangka waktu lama.
Tips Memilih Oleh-Oleh Khas Aceh
Sebelum membeli oleh-oleh khas Aceh, ada beberapa hal yang sebaiknya diperhatikan agar buah tangan tetap dalam kondisi baik ketika sampai di rumah.
Pertama, pilih makanan yang memiliki kemasan rapat dan informasi produk yang jelas. Jika membeli makanan olahan, periksa tanggal produksi dan tanggal kedaluwarsanya.
Kedua, sesuaikan pilihan dengan jarak perjalanan. Jika Anda masih harus melakukan perjalanan darat atau penerbangan selama beberapa jam, makanan kering biasanya lebih praktis dibandingkan makanan yang membutuhkan penyimpanan khusus.
Ketiga, perhatikan ukuran dan berat barang. Kopi, keripik, kue, dan makanan kemasan memang mudah dibawa, tetapi membeli terlalu banyak dapat membuat bagasi cepat penuh.
Keempat, jika membeli produk kerajinan, periksa kualitas jahitan, bahan, serta detail motifnya. Dengan membeli produk lokal, Anda juga ikut mendukung pengrajin dan pelaku UMKM di daerah.
Berburu Oleh-Oleh dari Portola Grand Renggali Hotel
Menginap di Portola Grand Renggali Hotel dapat menjadi bagian dari pengalaman menjelajahi Takengon. Hotel ini berada di kawasan Teluk One-One, Aceh Tengah, di tepi Danau Lut Tawar.
Informasi resmi hotel menyebutkan bahwa Portola Grand Renggali Hotel memiliki 89 kamar, restoran Lut Tawar, tiga ruang meeting, resepsionis 24 jam, Wi-Fi, area parkir, serta layanan kamar hingga pukul 22.00.
Lokasi hotel juga berada di kawasan yang memberikan akses menuju berbagai destinasi di Takengon. Berdasarkan informasi resmi Portola Hotels, hotel berjarak sekitar delapan menit berkendara dari pusat Kota Takengon dan sekitar 24 menit berkendara dari Pantan Terong.
Hal tersebut membuat hotel dapat menjadi titik yang nyaman untuk beristirahat setelah seharian mengeksplorasi kawasan Gayo.
Setelah menikmati pemandangan Danau Lut Tawar, Anda dapat melanjutkan perjalanan untuk mencari Kopi Gayo, makanan tradisional, bumbu khas, maupun kerajinan lokal sebelum kembali ke hotel.
Untuk informasi lebih lanjut mengenai hotel, Anda dapat mengunjungi website resmi Portola Grand Renggali Hotel. Link tersebut dapat digunakan sebagai external DoFollow link pada artikel.
Mengapa Oleh-Oleh Khas Aceh Layak Dibawa Pulang?
Membawa buah tangan dari perjalanan bukan hanya tentang membeli makanan atau souvenir. Setiap produk lokal biasanya memiliki cerita yang berkaitan dengan daerah asalnya.
Kopi Gayo, misalnya, membawa cerita tentang kehidupan masyarakat di dataran tinggi Gayo dan budaya minum kopi yang berkembang di kawasan tersebut. Bahkan, Kamus Kopi Gayo–Indonesia yang diterbitkan Balai Bahasa Provinsi Aceh pada 2025 mendokumentasikan istilah dan ungkapan yang lahir dari aktivitas masyarakat Gayo dalam dunia perkopian.
Sementara itu, makanan tradisional dan kerajinan lokal memperlihatkan bagaimana budaya Aceh diwariskan melalui cita rasa, bentuk, motif, dan keterampilan masyarakat.
Karena itu, memilih buah tangan dari Aceh dapat menjadi bagian dari cara untuk mengenalkan kekayaan daerah kepada keluarga dan teman setelah Anda kembali dari perjalanan.
FAQ Seputar Oleh-Oleh Khas Aceh
Apa oleh-oleh khas Aceh yang paling terkenal?
Kopi Gayo merupakan salah satu pilihan yang paling dikenal. Selain itu, wisatawan dapat memilih keukarah, kue bhoi, pisang sale, meuseukat, asam sunti, kerawang Gayo, sambal khas Aceh, dan berbagai souvenir lokal.
Apa oleh-oleh yang cocok untuk pencinta kopi?
Kopi Gayo adalah pilihan yang paling tepat. Anda dapat memilih kopi dalam bentuk biji atau bubuk sesuai preferensi penerima.
Apa oleh-oleh khas Aceh yang tahan lama?
Beberapa pilihan yang relatif praktis untuk perjalanan antara lain kopi kemasan, keukarah, kue bhoi, pisang sale, asam sunti, serta berbagai produk kerajinan.
Apa oleh-oleh Aceh yang cocok untuk keluarga?
Untuk keluarga, Anda dapat memilih kombinasi beberapa jenis camilan seperti keukarah, kue bhoi, pisang sale, dan produk kopi. Dengan begitu, setiap anggota keluarga dapat mencoba buah tangan yang berbeda.
Apakah ada oleh-oleh khas Aceh selain makanan?
Tentu. Anda dapat memilih Kerawang Gayo, kain, tas, dompet, aksesori, gantungan kunci, serta souvenir dengan motif tradisional Aceh.
Apa oleh-oleh khas dari Aceh Tengah?
Aceh Tengah sangat identik dengan produk berbasis kopi, terutama Kopi Gayo. Selain kopi, Anda juga dapat mencari produk makanan berbahan kopi serta kerajinan dengan motif Gayo. Pemerintah juga mencatat Kopi Gayo, pie kopi, dan Kerawang Gayo sebagai produk khas Aceh Tengah.
Di mana bisa membeli oleh-oleh saat berwisata di Takengon?
Wisatawan dapat mencari produk lokal di toko oleh-oleh, pusat UMKM, pasar, maupun gerai yang menjual produk khas Gayo. Sebaiknya bandingkan beberapa tempat agar mendapatkan produk dengan kualitas dan kemasan yang sesuai kebutuhan.
Lengkapi Liburan di Aceh dengan Buah Tangan Terbaik
Ada banyak pilihan oleh-oleh khas Aceh yang dapat dibawa pulang, mulai dari Kopi Gayo, keukarah, kue bhoi, pisang sale, meuseukat, hingga Kerawang Gayo dan berbagai souvenir bermotif tradisional.
Jika Anda berkunjung ke Takengon, jangan hanya menikmati keindahan Danau Lut Tawar dan suasana Dataran Tinggi Gayo. Sisihkan juga waktu untuk mengenal produk lokal dan membawa pulang sedikit cerita dari perjalanan tersebut.
Dengan memilih produk lokal, Anda bukan hanya mendapatkan kenang-kenangan, tetapi juga turut mendukung pelaku UMKM, pengrajin, dan produsen lokal Aceh.
Bagi wisatawan yang membutuhkan tempat menginap selama menjelajahi Takengon, Portola Grand Renggali Hotel menawarkan pengalaman menginap di kawasan tepi Danau Lut Tawar dengan suasana Dataran Tinggi Gayo.
Jadikan perjalanan ke Aceh semakin berkesan dengan membawa pulang buah tangan yang tidak hanya lezat atau menarik, tetapi juga memiliki cerita dan identitas budaya yang kuat.