![]()
Palembang adalah salah satu kota terbaik di Indonesia untuk wisata kuliner. Bagi first timer, kota ini bisa terasa seperti surga makanan karena pilihannya sangat beragam, mulai dari pempek, tekwan, model, mie celor, pindang patin, martabak HAR, hingga aneka kue tradisional. Setiap makanan punya karakter rasa yang berbeda, tetapi tetap membawa identitas Palembang yang kuat: gurih, segar, kaya rempah, dan sering kali punya sentuhan kuah atau cuko yang khas.
Wisata kuliner di Palembang juga tidak hanya soal makan. Di balik setiap hidangan, ada cerita budaya, sejarah, dan kebiasaan masyarakat lokal. Pempek misalnya, bukan sekadar makanan populer, tetapi sudah menjadi ikon kuliner Palembang yang dikenal luas. Indonesia Travel menyebut pempek berasal dari Palembang dan biasanya disajikan dengan cuko, yaitu saus berbahan dasar cuka yang rasanya asam, sedikit pedas, dan segar.
Untuk wisatawan yang baru pertama kali datang, menyusun agenda kuliner dengan rapi akan membuat perjalanan lebih nyaman. Anda bisa memulai hari dengan mie celor, makan siang dengan pindang patin atau pempek, lalu menutup malam dengan tekwan atau model. Agar perjalanan semakin praktis, pilih akomodasi yang strategis seperti Parkside Hotel Palembang. Hotel ini dikenal sebagai Parkside Kesuma Hotel – Palembang, memiliki 80 kamar, dan mengusung konsep yang memadukan sentuhan tradisi dengan desain urban chic.
Mengapa Palembang Cocok untuk Wisata Kuliner?
Palembang cocok untuk wisata kuliner karena makanan khasnya sangat beragam. Banyak orang mengenal Palembang dari pempek, tetapi sebenarnya pempek baru permulaan. Portal wisata Palembang dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif juga menyoroti ragam hidangan lain seperti tekwan, model, dan pindang patin sebagai bagian dari daya tarik kuliner kota ini.
Keunikan kuliner Palembang terletak pada penggunaan ikan, kuah kaldu, ebi, santan, rempah, dan cuko. Rasanya tidak monoton. Ada yang ringan dan hangat seperti tekwan, ada yang kuat dan gurih seperti mie celor, ada yang segar seperti pempek dengan cuko, dan ada yang kaya rasa seperti pindang patin.
Bagi first timer, wisata kuliner Palembang sebaiknya tidak dilakukan terburu-buru. Jangan hanya mencicipi pempek lalu pulang. Luangkan waktu untuk mencoba beberapa menu utama agar pengalaman makan terasa lebih lengkap.
1. Pempek, Menu Wajib untuk Pembuka Perjalanan
Menu pertama yang wajib dicoba tentu saja pempek. Makanan ini sudah menjadi identitas Palembang dan hampir selalu menjadi alasan utama wisatawan berburu kuliner di kota ini. Pempek umumnya dibuat dari olahan ikan dan tepung, lalu disajikan dengan cuko. Rasa gurih dari pempek berpadu dengan cuko yang asam, pedas, dan manis membuat hidangan ini terasa khas.
Untuk first timer, beberapa jenis pempek yang bisa dicoba adalah kapal selam, lenjer, adaan, kulit, pistel, dan keriting. Jika ingin yang paling klasik, pilih pempek kapal selam karena ukurannya besar dan biasanya berisi telur. Jika ingin yang ringan untuk camilan, pempek lenjer atau adaan bisa menjadi pilihan.
Tips menikmati pempek di Palembang adalah jangan takut mencoba cuko, tetapi sesuaikan dengan selera. Jika tidak terlalu kuat dengan rasa pedas atau asam, gunakan sedikit dulu. Banyak tempat pempek juga menyediakan variasi cuko dengan tingkat rasa yang berbeda.
Pempek cocok dinikmati kapan saja, baik pagi, siang, sore, maupun malam. Namun untuk pengalaman pertama, cobalah pempek saat perut belum terlalu kenyang agar bisa menikmati beberapa jenis sekaligus.
2. Tekwan, Pilihan Hangat Selain Pempek
Setelah pempek, menu berikutnya yang layak dicoba adalah tekwan. Hidangan ini sering dianggap sebagai salah satu makanan khas Sumatera Selatan yang cocok untuk wisatawan yang ingin sesuatu yang hangat dan berkuah. Indonesia Travel menyebut tekwan sebagai kuliner khas Sumatera Selatan yang sering menjadi alternatif selain pempek.
Tekwan biasanya berisi bola-bola ikan kecil yang disajikan dalam kuah kaldu gurih, sering dilengkapi bihun, jamur kuping, bengkuang, daun bawang, seledri, dan bawang goreng. Rasanya lebih ringan dibanding pempek, tetapi tetap kaya aroma.
Bagi first timer, tekwan cocok dimakan saat malam hari atau saat cuaca sedang sejuk. Kuahnya yang hangat membuat tubuh terasa nyaman setelah seharian berjalan-jalan. Tekwan juga cocok untuk wisatawan yang ingin menikmati makanan khas Palembang tanpa rasa cuko yang terlalu kuat.
3. Model, Saudara Dekat Pempek yang Berkuah
Selain tekwan, ada juga model. Secara sederhana, model bisa dianggap sebagai hidangan berkuah dengan bahan yang masih dekat dengan pempek. Indonesia Travel menjelaskan bahwa model memiliki bahan yang cukup mirip dengan pempek, sehingga rasanya tidak terlalu mengejutkan jika Anda sudah pernah mencicipi pempek.
Model biasanya berisi adonan ikan yang diisi tahu, lalu disajikan dengan kuah kaldu. Ada juga variasi model gandum yang menggunakan bahan berbeda. Rasanya gurih, hangat, dan cocok untuk makan ringan atau makan malam.
Jika Anda punya waktu terbatas, tekwan dan model bisa dicoba dalam satu sesi makan karena keduanya sama-sama berkuah. Namun jika ingin menikmati rasa dengan lebih fokus, pilih salah satu dulu. Untuk first timer, model bisa menjadi pengalaman menarik karena teksturnya berbeda dari pempek goreng biasa.
4. Mie Celor, Sarapan Khas yang Mengenyangkan
Untuk sarapan, salah satu menu yang paling menarik dicoba adalah mie celor. Hidangan ini menggunakan mie dengan kuah kental gurih, biasanya berbahan santan, kaldu udang atau ebi, telur, tauge, dan taburan pelengkap. Rasanya creamy, gurih, dan cukup mengenyangkan.
Mie celor cocok untuk memulai hari sebelum berkeliling Palembang. Jika Anda ingin membuat itinerary kuliner yang rapi, jadikan mie celor sebagai menu pagi, lalu lanjutkan dengan pempek atau pindang saat siang.
Bagi first timer, mie celor bisa menjadi bukti bahwa kuliner Palembang tidak hanya didominasi olahan ikan berbentuk pempek. Ada banyak hidangan lain yang punya karakter kuat dan cocok untuk dicoba dalam perjalanan singkat.
5. Pindang Patin, Makan Siang Khas Palembang
Jika ingin makan berat, pilih pindang patin. Hidangan ini cocok untuk makan siang karena rasanya segar, gurih, dan kaya rempah. Ikan patin dimasak dengan kuah pindang yang biasanya memiliki rasa asam, pedas, dan aromatik.
Pindang patin sangat cocok disantap bersama nasi hangat. Untuk wisatawan yang datang bersama keluarga, menu ini bisa menjadi pilihan makan bersama karena porsinya biasanya lebih cocok dinikmati ramai-ramai. Selain patin, beberapa tempat makan juga menawarkan variasi pindang tulang atau pindang ikan lainnya.
Setelah beberapa kali makan pempek atau tekwan, pindang patin akan memberikan variasi rasa yang lebih “makan besar”. Menu ini juga cocok untuk wisatawan yang ingin merasakan kuliner rumahan khas Palembang.
6. Martabak HAR, Ikon Gurih dengan Kuah Kari
Selain makanan berbahan ikan, Palembang juga punya martabak HAR yang terkenal. Hidangan ini berbeda dari martabak telur biasa karena biasanya disajikan dengan kuah kari. Rasanya gurih, kaya rempah, dan mengenyangkan.
Martabak HAR cocok untuk makan sore atau malam. Jika Anda menyukai makanan berbumbu kuat, menu ini layak masuk daftar. Untuk first timer, martabak HAR bisa menjadi pilihan menarik setelah Anda mencicipi menu khas berbasis ikan.
7. Kue Tradisional dan Oleh-Oleh Khas Palembang
Setelah mencoba makanan utama, jangan lupa berburu oleh-oleh. Palembang punya banyak pilihan kue tradisional, seperti kue maksuba, kue delapan jam, engkak ketan, dan berbagai camilan lokal. Kue-kue ini biasanya memiliki rasa manis, tekstur lembut atau legit, dan cocok dibawa pulang untuk keluarga.
Selain kue, pempek juga sering dijadikan oleh-oleh. Banyak toko menyediakan pempek beku atau paket pempek yang bisa dibawa perjalanan. Jika ingin membeli oleh-oleh makanan, pastikan bertanya soal ketahanan produk, cara penyimpanan, dan apakah aman dibawa dalam perjalanan jauh.
Rekomendasi Itinerary Kuliner Palembang untuk First Timer
Agar pengalaman kuliner lebih terarah, berikut contoh itinerary satu hari yang bisa Anda ikuti.
Mulai pagi dengan mie celor sebagai sarapan. Menu ini cukup mengenyangkan dan memberikan energi sebelum memulai city tour. Setelah itu, Anda bisa mengunjungi kawasan Jembatan Ampera atau Benteng Kuto Besak untuk berfoto dan menikmati suasana kota.
Menjelang siang, lanjutkan dengan pempek. Coba beberapa jenis seperti kapal selam, lenjer, adaan, dan kulit. Jangan lupa cicipi cuko, tetapi sesuaikan jumlahnya dengan selera. Setelah itu, istirahat sejenak sebelum makan berat.
Siang atau sore hari, pilih pindang patin sebagai menu makan utama. Hidangan ini cocok dinikmati bersama nasi dan lauk tambahan. Setelah makan, Anda bisa kembali ke hotel untuk beristirahat.
Malam hari, lanjutkan dengan tekwan atau model. Pilih tekwan jika ingin kuah yang ringan, atau model jika ingin tekstur yang lebih mengenyangkan. Jika masih ingin mencoba makanan lain, martabak HAR bisa menjadi penutup kuliner malam.
Sebelum pulang, luangkan waktu untuk membeli oleh-oleh seperti pempek beku, kue maksuba, atau kue delapan jam.
Menginap Nyaman di Parkside Hotel Palembang
Setelah seharian berburu kuliner, tempat menginap yang nyaman akan membuat perjalanan terasa lebih menyenangkan. Parkside Hotel Palembang dapat menjadi pilihan untuk wisatawan yang ingin menginap di area kota dengan akses praktis ke berbagai destinasi.
Situs resmi Parkside Hotels menyebut hotel ini sebagai Parkside Kesuma Hotel – Palembang dengan 80 kamar. Hotel ini juga memiliki fasilitas seperti restaurant, fitness room, dan roof bar, yang dapat mendukung kebutuhan wisatawan selama menginap.
Keberadaan restoran di hotel menjadi nilai tambah bagi tamu yang ingin makan dengan praktis tanpa harus selalu keluar. Setelah seharian mencoba kuliner khas Palembang, Anda bisa kembali ke hotel untuk beristirahat, menikmati suasana hotel, atau bersantai di area yang tersedia.
Parkside Hotel Palembang juga cocok untuk wisatawan keluarga, pasangan, maupun tamu bisnis. Dengan konsep hotel bintang 3 dan jumlah kamar yang cukup banyak, hotel ini dapat menjadi pilihan akomodasi untuk liburan singkat, perjalanan kerja, atau staycation di Palembang.
Bagi first timer, menginap di hotel yang nyaman dan strategis akan sangat membantu. Anda bisa menyusun agenda kuliner tanpa merasa terlalu lelah, karena setelah berkeliling kota, ada tempat istirahat yang nyaman untuk memulihkan energi.
Tips Wisata Kuliner Palembang untuk First Timer
Pertama, jangan mencoba semua makanan dalam satu waktu. Kuliner Palembang cukup mengenyangkan, terutama pempek, mie celor, model, dan martabak HAR. Buat jadwal makan bertahap agar setiap menu bisa dinikmati dengan maksimal.
Kedua, siapkan ruang untuk cuko. Bagi yang belum terbiasa, rasa cuko mungkin terasa kuat karena asam, pedas, dan manis. Mulailah sedikit demi sedikit, lalu tambahkan jika cocok dengan selera.
Ketiga, pilih menu yang berbeda karakter. Misalnya, sarapan mie celor, makan siang pindang patin, camilan pempek, dan makan malam tekwan. Dengan begitu, pengalaman kuliner terasa lebih variatif.
Keempat, jangan lupa membeli oleh-oleh. Pempek beku dan kue tradisional khas Palembang bisa menjadi buah tangan yang menarik. Pastikan memilih toko yang menyediakan kemasan aman untuk perjalanan.
Kelima, pilih akomodasi yang nyaman seperti Parkside Hotel Palembang. Setelah makan dan berkeliling, hotel yang nyaman akan membantu Anda beristirahat dengan baik sebelum melanjutkan agenda berikutnya.
Kesimpulan
Palembang adalah destinasi kuliner yang sangat cocok untuk first timer. Kota ini punya banyak makanan khas yang tidak hanya enak, tetapi juga mencerminkan identitas budaya lokal. Pempek memang menjadi ikon utama, tetapi jangan berhenti di sana. Tekwan, model, mie celor, pindang patin, martabak HAR, dan kue tradisional juga wajib masuk daftar.
Agar perjalanan lebih nyaman, susun itinerary kuliner berdasarkan waktu makan. Mulai dari mie celor untuk sarapan, pempek sebagai camilan atau makan siang, pindang patin untuk makan berat, lalu tekwan atau model untuk malam hari. Dengan cara ini, Anda bisa menikmati Palembang secara lebih lengkap tanpa terburu-buru.
Untuk akomodasi, Parkside Hotel Palembang bisa menjadi pilihan menginap selama wisata kuliner. Dengan 80 kamar, fasilitas restoran, fitness room, dan roof bar, hotel ini mendukung kebutuhan wisatawan yang ingin beristirahat nyaman setelah menjelajahi rasa khas Palembang. Jika ini adalah kunjungan pertama Anda ke Palembang, siapkan perut kosong, itinerary santai, dan nikmati setiap hidangan khas kota ini.
FAQs
1. Apa makanan khas Palembang yang wajib dicoba first timer?
Makanan khas Palembang yang wajib dicoba first timer antara lain pempek, tekwan, model, mie celor, pindang patin, martabak HAR, kue maksuba, dan kue delapan jam.
2. Apakah pempek wajib dicoba saat ke Palembang?
Ya, pempek wajib dicoba karena merupakan ikon kuliner Palembang. Indonesia Travel menyebut pempek berasal dari Palembang dan biasanya disajikan dengan cuko bercita rasa asam dan sedikit pedas.
3. Apa bedanya tekwan dan model?
Tekwan biasanya berisi bola-bola ikan kecil dengan kuah kaldu yang ringan, sedangkan model umumnya menggunakan adonan ikan berisi tahu atau variasi lain yang disajikan dengan kuah kaldu. Keduanya sama-sama cocok dinikmati hangat.
4. Apa menu sarapan khas Palembang yang direkomendasikan?
Mie celor bisa menjadi pilihan sarapan khas Palembang. Kuahnya gurih dan cukup mengenyangkan, sehingga cocok sebagai pembuka hari sebelum berkeliling kota.
5. Apakah Parkside Hotel Palembang cocok untuk wisata kuliner?
Ya, Parkside Hotel Palembang cocok untuk wisata kuliner karena dapat menjadi tempat menginap yang nyaman setelah berkeliling kota. Situs resmi Parkside Hotels menyebut hotel ini memiliki 80 kamar, restaurant, fitness room, dan roof bar.
6. Apa saja fasilitas Parkside Hotel Palembang?
Berdasarkan informasi resmi Parkside Hotels, Parkside Hotel Palembang memiliki 80 kamar dan fasilitas seperti restaurant, fitness room, serta roof bar.
7. Apa oleh-oleh khas Palembang yang cocok dibawa pulang?
Oleh-oleh khas Palembang yang cocok dibawa pulang antara lain pempek beku, kue maksuba, kue delapan jam, engkak ketan, kerupuk ikan, dan camilan lokal lainnya.
8. Berapa lama waktu ideal untuk wisata kuliner Palembang?
Untuk first timer, 2 hari 1 malam sudah cukup untuk mencoba beberapa kuliner utama seperti pempek, tekwan, model, mie celor, pindang patin, dan martabak HAR. Namun, jika ingin lebih santai, 3 hari 2 malam akan memberi waktu lebih banyak untuk eksplorasi.