
Saat membicarakan kuliner Aceh, banyak orang langsung teringat pada Mie Aceh. Hidangan berbumbu kuat dengan pilihan kuah, goreng, atau tumis ini memang sudah menjadi ikon yang sangat populer. Namun, Aceh sebenarnya punya kekayaan kuliner yang jauh lebih luas dari sekadar Mie Aceh. Di balik rempah yang kuat, cita rasa pedas, gurih, asam, dan aroma khas daun-daunan lokal, kuliner Aceh menyimpan cerita tentang budaya, tradisi, hingga cara masyarakatnya menikmati makanan dalam kehidupan sehari-hari.
Bagi wisatawan yang berkunjung ke Banda Aceh, menjelajahi kuliner lokal bisa menjadi agenda yang tidak kalah menarik dari mengunjungi destinasi sejarah atau wisata alam. Dari makanan berat, lauk rumahan, hidangan berkuah, sampai camilan tradisional, semuanya menawarkan pengalaman rasa yang berbeda. Menariknya lagi, beberapa kuliner Aceh tidak hanya lezat, tetapi juga punya nilai budaya yang kuat karena sering hadir dalam acara keluarga, kenduri, hingga momen penting masyarakat setempat.
Jika Anda sedang merencanakan perjalanan ke Banda Aceh, menginap di lokasi yang strategis akan membuat agenda wisata kuliner terasa lebih mudah. Salah satu pilihan yang bisa dipertimbangkan adalah Portola Grand Arabia Hotel atau Portola Arabia Aceh yang berlokasi di pusat Kota Banda Aceh. Lokasinya berada di Jl. Prof. A. Majid Ibrahim II No.3, Kp. Baru, Kecamatan Baiturrahman, Kota Banda Aceh, sehingga cocok untuk wisatawan yang ingin menjelajahi kuliner, wisata sejarah, dan pusat kota dengan lebih praktis. Hotel ini juga berada sekitar 30 menit berkendara dari Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda dan sekitar 10 menit dari Pelabuhan Ulee Lheue, sehingga ideal untuk perjalanan liburan maupun bisnis.
1. Ayam Tangkap
Ayam Tangkap adalah salah satu kuliner Aceh yang wajib dicoba selain Mie Aceh. Sekilas, makanan ini terlihat seperti ayam goreng biasa. Namun, begitu disajikan, Anda akan melihat keunikannya: potongan ayam goreng biasanya bercampur dengan daun kari, daun pandan, cabai hijau, dan rempah aromatik lain yang digoreng bersama.
Rasa Ayam Tangkap cenderung gurih, harum, dan ringan di lidah. Aroma daun-daunan yang digoreng membuat hidangan ini terasa khas dan sulit ditemukan di daerah lain. Biasanya, Ayam Tangkap paling nikmat disantap dengan nasi putih hangat dan sambal. Bagi wisatawan yang tidak terlalu kuat makan makanan pedas, Ayam Tangkap bisa menjadi pilihan aman karena rasa pedasnya tidak terlalu dominan.
Hidangan ini cocok untuk makan siang atau makan malam setelah seharian berkeliling Banda Aceh. Jika Anda menginap di Portola Arabia Aceh, Anda bisa menjadikan Ayam Tangkap sebagai salah satu menu wajib dalam daftar kuliner lokal yang perlu dicari di sekitar kota.
2. Kuah Beulangong
Kuliner Aceh tidak bisa dilepaskan dari hidangan berkuah kaya rempah, dan Kuah Beulangong adalah salah satu yang paling terkenal. Dalam tradisi Aceh, kuah ini sering dimasak dalam kuali besar untuk acara kenduri, perayaan, atau kegiatan masyarakat. Bahan utamanya biasanya daging sapi atau kambing, kemudian dimasak dengan nangka muda, pisang muda, atau bahan lain tergantung daerah dan resep keluarga.
Cita rasa Kuah Beulangong sangat khas: gurih, berempah, sedikit pedas, dan memiliki aroma kuat. Bumbu yang digunakan biasanya cukup kompleks, sehingga menghasilkan kuah yang tebal rasa. Kuah Beulangong bukan hanya makanan, tetapi juga bagian dari budaya kebersamaan. Proses memasaknya sering dilakukan bersama-sama, sehingga makanan ini punya nilai sosial yang kuat.
Bagi wisatawan, mencoba Kuah Beulangong bisa menjadi cara untuk memahami kuliner Aceh dari sisi tradisi. Ini bukan sekadar makanan restoran, tetapi bagian dari kehidupan masyarakat Aceh yang sudah berlangsung lama.
3. Kuah Pliek U
Kuah Pliek U adalah hidangan tradisional Aceh yang unik dan sangat kaya rasa. Bahan khas dari hidangan ini adalah pliek u, yaitu ampas kelapa yang telah melalui proses fermentasi. Pliek u kemudian dimasak bersama aneka sayuran seperti daun melinjo, nangka muda, pepaya muda, kacang panjang, terong, dan bahan lainnya.
Rasanya mungkin cukup berbeda bagi wisatawan yang baru pertama kali mencoba. Ada sensasi gurih, sedikit pahit, beraroma fermentasi, dan sangat khas. Namun, justru di situlah daya tariknya. Kuah Pliek U menggambarkan bagaimana masyarakat Aceh mengolah bahan lokal menjadi makanan yang bernilai rasa dan budaya.
Hidangan ini cocok bagi Anda yang ingin mencoba makanan lokal yang lebih autentik, bukan hanya makanan populer yang sudah sering masuk daftar wisata kuliner umum. Jika Anda ingin pengalaman makan yang benar-benar terasa “Aceh”, Kuah Pliek U wajib masuk daftar.
4. Eungkot Keumamah
Eungkot Keumamah adalah olahan ikan khas Aceh yang menggunakan ikan kayu atau ikan tongkol yang telah dikeringkan. Makanan ini dikenal praktis, tahan lama, dan memiliki rasa yang kuat. Dalam sejarahnya, makanan seperti ini sangat cocok untuk perjalanan jauh karena tidak mudah basi.
Biasanya, Eungkot Keumamah dimasak dengan bumbu cabai, bawang, asam sunti, dan rempah khas Aceh. Rasanya gurih, pedas, sedikit asam, dan sangat cocok disantap dengan nasi hangat. Tekstur ikannya agak padat karena sudah melalui proses pengeringan, sehingga memberikan sensasi makan yang berbeda dari ikan segar biasa.
Bagi pecinta makanan bercita rasa kuat, Eungkot Keumamah bisa menjadi salah satu kuliner paling berkesan selama berada di Aceh. Hidangan ini juga cocok dijadikan pengenalan terhadap karakter masakan Aceh yang berani dalam penggunaan bumbu.
5. Sie Reuboh
Sie Reuboh adalah makanan khas Aceh yang berbahan dasar daging sapi atau kerbau. Hidangan ini dimasak dengan bumbu rempah dan cuka khas, sehingga menghasilkan rasa gurih, asam, dan berlemak. Sie Reuboh sering dikaitkan dengan tradisi masyarakat Aceh, terutama karena teknik pengolahannya yang membuat daging bisa bertahan lebih lama.
Rasa Sie Reuboh cukup unik. Bagi sebagian orang, sensasi asam dari cuka dan gurih dari daging menjadi kombinasi yang sangat menggugah selera. Hidangan ini biasanya cocok disantap bersama nasi putih, sambal, dan lauk pelengkap lainnya.
Jika Anda ingin mencoba kuliner Aceh yang berbeda dari hidangan ayam atau ikan, Sie Reuboh adalah pilihan yang tepat. Makanan ini memberikan pengalaman rasa yang lebih dalam dan tradisional.
6. Sate Matang
Sate Matang berasal dari daerah Matang, Bireuen, tetapi popularitasnya sudah menyebar ke berbagai wilayah Aceh. Berbeda dari sate pada umumnya, Sate Matang biasanya disajikan dengan kuah soto atau kuah kaldu yang gurih. Dagingnya bisa berupa kambing atau sapi, dibakar dengan bumbu, lalu disantap bersama nasi, lontong, atau kuah pendamping.
Keunikan Sate Matang ada pada kombinasi rasa bakaran sate dan kuah berempah. Saat disantap bersamaan, rasa gurih, smoky, dan hangat dari kuahnya terasa sangat pas. Ini adalah pilihan kuliner yang cocok untuk makan malam, terutama bagi Anda yang ingin makanan mengenyangkan setelah beraktivitas seharian.
Bagi wisatawan yang menginap di Banda Aceh, mencari Sate Matang bisa menjadi agenda kuliner menarik karena hidangan ini cukup mudah ditemukan di beberapa tempat makan khas Aceh.
7. Asam Keueng
Asam Keueng berarti asam pedas. Hidangan ini biasanya berupa ikan yang dimasak dalam kuah kuning dengan rasa asam segar dan pedas. Bahan yang sering digunakan untuk memberikan rasa asam adalah asam sunti atau belimbing wuluh. Jenis ikan yang dipakai bisa berbeda-beda, tergantung ketersediaan dan tempat makan.
Asam Keueng cocok bagi Anda yang menyukai makanan segar dan tidak terlalu berat. Kuahnya yang asam pedas membuat hidangan ini terasa menyegarkan, terutama jika disantap saat makan siang. Aroma rempahnya tetap kuat, tetapi rasa asam membuatnya lebih ringan dibandingkan hidangan berkuah santan.
Kuliner ini sangat cocok untuk pecinta seafood atau mereka yang ingin mencoba sisi lain masakan Aceh selain rasa kari dan rempah pekat.
8. Timphan
Setelah membahas makanan berat, jangan lupa mencoba Timphan. Kue tradisional Aceh ini biasanya terbuat dari tepung ketan dan pisang, kemudian diisi dengan srikaya atau kelapa manis, lalu dibungkus daun pisang. Teksturnya lembut, rasanya manis, dan aromanya harum.
Timphan sering hadir dalam momen hari raya atau acara keluarga. Namun, wisatawan juga bisa menemukannya di toko kue tradisional atau pusat oleh-oleh. Makanan ini cocok dijadikan camilan sore bersama kopi Aceh.
Jika Anda ingin membawa pulang oleh-oleh yang terasa lokal, Timphan bisa menjadi pilihan menarik, meskipun perlu memperhatikan daya tahan produk jika dibawa dalam perjalanan jauh.
9. Kopi Aceh
Kuliner Aceh tidak lengkap tanpa kopi. Aceh terkenal dengan kopi Gayo yang memiliki aroma khas dan cita rasa yang digemari banyak pencinta kopi. Di Banda Aceh, budaya minum kopi sangat hidup. Warung kopi bukan hanya tempat minum, tetapi juga ruang berkumpul, berdiskusi, bekerja, atau sekadar menikmati waktu.
Anda bisa mencoba kopi saring, kopi susu, atau sanger, yaitu minuman kopi susu khas Aceh dengan rasa manis dan creamy. Menikmati kopi Aceh setelah makan Ayam Tangkap, Sate Matang, atau Kuah Beulangong bisa menjadi penutup hari yang menyenangkan.
Bagi tamu Portola Arabia Aceh, menjelajahi warung kopi sekitar Banda Aceh bisa menjadi aktivitas ringan di sela itinerary. Anda tidak harus pergi terlalu jauh untuk merasakan budaya ngopi yang menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat Aceh.
Mengapa Menginap di Portola Arabia Aceh Cocok untuk Wisata Kuliner?
Salah satu kunci menikmati wisata kuliner adalah memilih penginapan yang strategis. Portola Arabia Aceh atau Portola Grand Arabia Hotel berada di pusat Kota Banda Aceh, sehingga memudahkan wisatawan untuk mengakses berbagai tempat makan, destinasi sejarah, pusat kota, hingga titik transportasi penting.
Lokasinya yang berada di kawasan Baiturrahman membuat hotel ini cocok untuk wisatawan yang ingin mengeksplorasi Banda Aceh tanpa harus menghabiskan banyak waktu di perjalanan. Setelah sarapan, Anda bisa mengunjungi destinasi kota, mencicipi kuliner khas Aceh saat makan siang, menikmati kopi di sore hari, lalu berburu makan malam khas lokal.
Selain untuk liburan, hotel ini juga cocok untuk perjalanan bisnis karena aksesnya cukup praktis dari bandara dan pelabuhan. Dengan suasana menginap yang nyaman, Portola Arabia Aceh bisa menjadi titik awal yang ideal untuk mengenal Banda Aceh dari sisi kuliner, budaya, dan keramahan kotanya.
Tips Wisata Kuliner di Aceh
Agar pengalaman kuliner Anda lebih menyenangkan, ada beberapa tips yang bisa diperhatikan. Pertama, jangan hanya mencari makanan yang sudah populer. Cobalah menu tradisional seperti Kuah Pliek U, Eungkot Keumamah, atau Sie Reuboh untuk mendapatkan pengalaman rasa yang lebih autentik.
Kedua, sesuaikan tingkat pedas. Beberapa kuliner Aceh memiliki cita rasa pedas dan rempah kuat, jadi jangan ragu bertanya sebelum memesan. Ketiga, luangkan waktu untuk menikmati kopi. Di Aceh, minum kopi bukan aktivitas terburu-buru, melainkan bagian dari gaya hidup lokal.
Keempat, pilih hotel yang memudahkan mobilitas. Menginap di Portola Arabia Aceh dapat membantu Anda mengatur itinerary kuliner dengan lebih efisien, terutama jika waktu liburan terbatas.
Kesimpulan
Mie Aceh memang menjadi ikon kuliner yang sangat terkenal, tetapi kekayaan rasa Aceh tidak berhenti di sana. Ada Ayam Tangkap yang harum, Kuah Beulangong yang kaya tradisi, Kuah Pliek U yang autentik, Eungkot Keumamah yang kuat rasa, Sie Reuboh yang unik, Sate Matang yang mengenyangkan, Asam Keueng yang segar, hingga Timphan dan kopi Aceh sebagai pelengkap perjalanan.
Bagi Anda yang ingin menikmati Banda Aceh dengan lebih nyaman, Portola Arabia Aceh bisa menjadi pilihan menginap yang strategis. Dari hotel ini, Anda dapat menyusun perjalanan kuliner dengan lebih mudah, mulai dari sarapan lokal, makan siang khas Aceh, ngopi sore, hingga makan malam dengan cita rasa rempah yang khas.
Jadi, saat berkunjung ke Aceh, jangan berhenti di Mie Aceh saja. Beri ruang untuk mencoba hidangan lain yang tidak kalah menarik, karena setiap makanan punya cerita, rasa, dan pengalaman yang membuat perjalanan Anda semakin berkesan.
FAQs
1. Apa kuliner Aceh yang wajib dicoba selain Mie Aceh?
Beberapa kuliner Aceh yang wajib dicoba selain Mie Aceh adalah Ayam Tangkap, Kuah Beulangong, Kuah Pliek U, Eungkot Keumamah, Sie Reuboh, Sate Matang, Asam Keueng, Timphan, dan kopi Aceh.
2. Apakah kuliner Aceh selalu pedas?
Tidak semuanya pedas, tetapi banyak kuliner Aceh menggunakan rempah yang kuat. Beberapa menu seperti Asam Keueng dan Eungkot Keumamah bisa terasa pedas, sementara Ayam Tangkap dan Timphan cenderung lebih aman untuk wisatawan yang tidak terlalu suka pedas.
3. Apa makanan khas Aceh yang cocok untuk makan siang?
Untuk makan siang, Anda bisa mencoba Kuah Beulangong, Ayam Tangkap, Asam Keueng, atau Kuah Pliek U. Menu-menu ini cocok disantap dengan nasi hangat dan memberikan pengalaman rasa khas Aceh yang lengkap.
4. Apa camilan khas Aceh yang bisa dicoba?
Timphan adalah salah satu camilan tradisional Aceh yang populer. Kue ini memiliki tekstur lembut, rasa manis, dan aroma daun pisang yang khas. Selain itu, Anda juga bisa mencari kue tradisional Aceh lain di toko oleh-oleh.
5. Apakah Portola Arabia Aceh cocok untuk wisata kuliner?
Ya, Portola Arabia Aceh cocok untuk wisatawan yang ingin mengeksplorasi kuliner Banda Aceh karena lokasinya berada di pusat kota. Aksesnya praktis menuju berbagai tempat makan, destinasi wisata, dan area penting di Banda Aceh.
6. Di mana lokasi Portola Arabia Aceh?
Portola Grand Arabia Hotel berlokasi di Jl. Prof. A. Majid Ibrahim II No.3, Kp. Baru, Kecamatan Baiturrahman, Kota Banda Aceh, Aceh 23246.
7. Kapan waktu terbaik untuk wisata kuliner di Banda Aceh?
Wisata kuliner di Banda Aceh bisa dilakukan sepanjang hari. Pagi hari cocok untuk sarapan lokal dan kopi, siang hari cocok untuk makanan berkuah atau nasi lauk khas Aceh, sementara malam hari cocok untuk menikmati sate, ayam tangkap, atau kuliner hangat lainnya.
8. Apakah kopi Aceh wajib dicoba saat berkunjung ke Banda Aceh?
Ya, kopi Aceh sangat wajib dicoba. Budaya minum kopi di Aceh sangat kuat, dan wisatawan bisa menikmati kopi saring, kopi susu, atau sanger di berbagai warung kopi lokal.