
Ketika berbicara tentang Aceh, kebanyakan wisatawan langsung teringat pada pantai indah, kopi Gayo, atau Museum Tsunami Aceh yang penuh makna sejarah. Namun sebenarnya, Aceh memiliki banyak hidden gem yang belum terlalu ramai dibahas. Tempat-tempat ini menawarkan pengalaman yang lebih tenang, autentik, dan dekat dengan kehidupan lokal masyarakat Aceh.
Bagi wisatawan yang ingin melihat sisi lain Aceh, menjelajahi destinasi tersembunyi justru bisa menjadi pengalaman paling berkesan. Mulai dari taman bersejarah, kawasan kuliner tradisional, hingga spot santai di tengah kota yang sering luput dari itinerary wisata mainstream.
Menariknya lagi, banyak lokasi tersebut cukup mudah dijangkau dari Portola Grand Arabia Hotel yang berada di pusat kota Banda Aceh. Hotel ini dikenal memiliki nuansa Arabian style yang khas, lokasi strategis dekat berbagai destinasi kota, serta akses mudah menuju area wisata maupun kuliner lokal.
1. Taman Putroe Phang: Ruang Tenang di Tengah Kota
Jika ingin menikmati suasana Aceh yang lebih santai dan jauh dari keramaian wisata utama, Taman Putroe Phang bisa menjadi pilihan menarik. Tempat ini menyimpan nilai sejarah yang berkaitan dengan kisah cinta Sultan Iskandar Muda dan Putroe Phang dari Pahang, Malaysia.
Nuansa taman yang rindang membuat tempat ini cocok untuk berjalan santai di sore hari. Banyak warga lokal datang untuk menikmati udara segar, duduk santai, atau sekadar berbincang bersama keluarga.
Lokasinya juga tidak terlalu jauh dari pusat kota, sehingga mudah diakses bagi wisatawan yang menginap di Portola Grand Arabia Hotel.
2. Blang Padang: Wajah Santai Banda Aceh di Sore Hari
Banyak wisatawan melewati Blang Padang tanpa benar-benar menikmati atmosfernya. Padahal, lapangan ikonik ini merupakan salah satu tempat terbaik untuk melihat kehidupan sehari-hari masyarakat Banda Aceh.
Menjelang sore, area ini berubah menjadi ruang publik yang hidup. Anak-anak bermain, pedagang kaki lima mulai ramai, dan warga lokal berkumpul menikmati kopi atau jajanan khas Aceh.
Karena letaknya sangat dekat dengan Portola Grand Arabia Hotel, wisatawan bahkan bisa berjalan kaki menuju area ini untuk menikmati suasana kota tanpa perlu kendaraan.
3. Gunongan: Bangunan Kecil dengan Cerita Besar
Tidak semua wisatawan mengetahui keberadaan Gunongan. Padahal, bangunan unik ini memiliki nilai sejarah tinggi dan menjadi salah satu peninggalan Kesultanan Aceh.
Gunongan dibangun sebagai simbol cinta Sultan Iskandar Muda kepada Putroe Phang. Bentuk arsitekturnya cukup unik dan berbeda dari bangunan lain di Aceh.
Area sekitarnya relatif tenang dibanding destinasi wisata populer lain. Hal ini membuat Gunongan cocok bagi wisatawan yang menyukai wisata sejarah dengan suasana lebih damai.
4. Pasar Tradisional Aceh yang Kaya Aroma Rempah
Salah satu cara terbaik mengenal budaya Aceh adalah melalui pasar tradisionalnya. Di tempat seperti Pasar Aceh atau area kuliner tradisional sekitar pusat kota, wisatawan bisa menemukan berbagai rempah khas, ikan asin, kopi lokal, hingga makanan tradisional yang sulit ditemukan di kota lain.
Berjalan di area pasar memberi pengalaman berbeda dibanding mengunjungi pusat perbelanjaan modern. Aroma kari Aceh, kopi, dan aneka bumbu tradisional terasa sangat khas.
Bagi pecinta street photography atau konten traveling autentik, area ini juga menawarkan banyak sudut menarik yang natural dan penuh warna.
5. Menikmati Banda Aceh dari Rooftop di Malam Hari
Banyak orang tidak menyadari bahwa menikmati suasana malam Banda Aceh dari rooftop hotel bisa menjadi pengalaman tersendiri. Salah satu yang cukup menarik adalah area rooftop di Portola Grand Arabia Hotel yang menawarkan suasana santai dengan nuansa kota Banda Aceh di malam hari. Hotel ini juga dikenal memiliki konsep interior bergaya Arab yang cukup unik dibanding hotel lain di kawasan tersebut.
Bagi wisatawan yang ingin staycation sambil tetap dekat dengan pusat wisata kota, lokasi hotel ini cukup strategis karena dekat dengan Masjid Raya Baiturrahman, area kuliner, dan beberapa destinasi sejarah.
6. Wisata Kuliner Tersembunyi di Gang-Gang Kota
Aceh memiliki banyak kuliner legendaris yang justru berada di gang kecil atau area yang tidak terlalu mencolok. Mulai dari mie Aceh rumahan, roti cane, hingga kopi sanger tradisional.
Pengalaman berburu kuliner seperti ini sering menjadi momen paling memorable bagi wisatawan. Karena selain makanannya autentik, interaksi dengan warga lokal juga terasa lebih hangat.
Banyak wisatawan yang akhirnya menyadari bahwa Aceh bukan hanya tentang wisata sejarah, tetapi juga tentang budaya nongkrong, keramahan masyarakat, dan tradisi kuliner yang kuat.
7. Menjelajahi Kota dengan Ritme yang Lebih Lambat
Hal menarik dari Banda Aceh adalah ritme kotanya yang terasa lebih tenang dibanding kota besar lain di Indonesia. Wisatawan bisa menikmati pagi yang santai, berjalan kaki di sekitar pusat kota, lalu menikmati kopi tanpa terburu-buru.
Bagi sebagian orang, justru pengalaman sederhana seperti ini yang menjadi hidden gem sebenarnya. Aceh menawarkan suasana yang membuat wisatawan merasa lebih dekat dengan budaya lokal dan lebih menikmati perjalanan tanpa tekanan itinerary yang terlalu padat.
Menginap di lokasi strategis seperti Portola Grand Arabia Hotel membuat pengalaman eksplorasi kota menjadi lebih praktis karena berbagai destinasi utama dapat dijangkau dengan mudah. Hotel ini juga berada tidak jauh dari Masjid Raya Baiturrahman dan pusat aktivitas kota Banda Aceh.
Penutup
Aceh memiliki lebih banyak cerita dibanding yang sering muncul di media sosial atau itinerary wisata umum. Di balik popularitas pantai dan Museum Tsunami, terdapat berbagai hidden gem yang menawarkan pengalaman berbeda — lebih tenang, lebih personal, dan lebih dekat dengan budaya lokal.
Mulai dari taman bersejarah, suasana sore di Blang Padang, wisata kuliner tradisional, hingga pengalaman menikmati malam kota Banda Aceh dari rooftop hotel, semuanya menghadirkan sisi Aceh yang hangat dan autentik.
Bagi wisatawan yang ingin menikmati perjalanan dengan nyaman sekaligus dekat dengan berbagai destinasi kota, Portola Grand Arabia Hotel dapat menjadi pilihan menginap yang strategis selama menjelajahi Banda Aceh.
FAQs
Apakah Aceh hanya terkenal karena Museum Tsunami dan pantainya?
Tidak. Aceh juga memiliki banyak destinasi menarik seperti taman sejarah, wisata kuliner tradisional, kawasan budaya, dan spot santai di pusat kota yang belum terlalu ramai wisatawan.
Kapan waktu terbaik mengunjungi Banda Aceh?
Waktu terbaik biasanya saat musim cuaca cerah agar lebih nyaman menjelajahi kota dan menikmati wisata outdoor.
Apakah hidden gem di Banda Aceh mudah diakses?
Sebagian besar cukup mudah dijangkau, terutama jika menginap di area pusat kota seperti sekitar Baiturrahman dan Blang Padang.
Apa kuliner khas Aceh yang wajib dicoba?
Beberapa yang populer antara lain mie Aceh, kopi sanger, ayam tangkap, roti cane, dan kari khas Aceh.
Apakah Portola Grand Arabia Hotel dekat dengan tempat wisata?
Ya. Hotel ini berada di pusat Banda Aceh dan dekat dengan beberapa destinasi populer seperti Masjid Raya Baiturrahman, Blang Padang, serta Museum Tsunami Aceh.